Pengungsi Kerusuhan Sambas di Pontianak Pindah

Ribuan pengungsi Madura korban kerusuhan Sambas secara sukarela membongkar dan membakar gubuk mereka. Pemerintah Daerah Kalimantan Barat memberi bantuan Rp 2 juta per kepala keluarga.

Diterbitkan 17 Juni 2002, 19:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Pontianak: Sebanyak 3.000 pengungsi Madura korban kerusuhan Sambas secara sukarela membongkar dan membakar gubuk mereka di Gelanggang Olah Raga Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (17/6). Pembongkaran gubuk-gubuk yang terbuat dari papan dan atap rumbia ini berjalan tertib dan lancar. Reruntuhan gubuk seolah-olah menjadi saksi bisu atas penderitaan para pengungsi yang harus terusir dari tempat tinggal mereka di Sambas. Karena proses pemindahan berlangsung lancar, 3.000 personel Kepolisian Daerah Kalbar yang dikerahkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan hanya disiagakan di markas masing-masing.

Wakil Ketua Tim Penanggulangan Pengungsi Sambas Yacob Mohsin menyatakan, Pemda setempat masih memberi kesempatan kepada pengungsi untuk mengikuti program relokasi dengan bantuan dana sebesar Rp 2 juta per kepala keluarga. Saat ini tersedia 1.300 rumah siap huni di Sungai Asam dan Tebang Kacang, Kabupaten Pontianak, lengkap dengan lahan pertanian seluas dua hektare. Para pengungsi berharap, Pemda Kalbar tetap memberikan bantuan hingga mereka mandiri. Menurut rencana, Pemda Kalbar juga akan menawarkan hal yang sama kepada pengungsi yang sekarang tinggal di Stadion Sultan Abdurrahman, Asrama Haji, Wajok Hulu, dan pengungsi yang tinggal di sejumlah pergudangan di Pontianak.

Sehari sebelumnya, proses evakuasi sempat tegang karena sejumlah pengungsi menolak dipindahkan. Selain itu, pengungsi juga merasa terganggu dengan kehadiran polisi yang berpakaian preman [baca: Pengungsi Madura di Pontianak Dipaksa Pindah]. Jumlah pengungsi korban kerusuhan antaretnis di Sambas tiga tahun silam diperkirakan mencapai 11.000 KK atau sekitar 60 ribu jiwa.(COK/Amin Alkadrie)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6