Sukses

Geliat Kerajinan Ondel-Ondel di Sudut Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - Di era digital sekarang jarang terdengar sebuah pertunjukan ondel-ondel digelar di tengah masyarakat. Kesenian khas Betawi justru kerap muncul di tengah seremonial pemerintah atau berkeliling gang ke gang Jakarta.

Meski denyut ondel-ondel redup redam ditelan zaman, masih ada satu kampung yang terus berupaya melestarikan kesenian tersebut, yaitu Kampung Ondel-ondel di Jalan Kembang Pacar, Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.

Daerah yang dekat Pasar Gaprok ini sudah ada sejak 1980-an. Di kawasan ini kerajinan dan kesenian ondel-ondel dilestarikan.

Agus, salah satu perajin dan pengelola sanggar ondel-ondel, memilih menekuni kerajinan khas Betawi ini. Bersama sanak saudaranya, ia mendirikan sanggar yang memiliki puluhan ondel-ondel.

Salah seorang karyawan Agus, Angga, menuturkan ondel-ondel buatannya biasa dipakai untuk mengamen sekaligus memamerkan kebudayaan Betawi. Ada dua cara mengamen ondel-ondel, yaitu dengan mendorong gerobak full music atau gamelan.

"Kalau pengamen itu bisa berempat, bertiga. Kalau pakai gamelan itu 12 orang buat nunjukkin seni Betawi. Kalau yang dua orang itu maksain nyari duitnya kalau pake ondel-ondel. Bertiga kalau pake dorongan, pake flash disk doang," ujar Angga saat berbincang dengan Liputan6.com di Jalan Kembang Pacar, Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Setiap harinya, 15 ondel-ondel keluar dari sanggarnya dari pukul 14.00 WIB sampai pukul 23.00 sampai 00.00 WIB. Menurut Angga, ondel-ondel keliling tidak sekadar mengamen, tapi sekaligus memperkenalkan tradisi Betawi.

"Dia (pengamen) ngarak buat tahu seni budaya Betawi, ikon Jakarta begini. Kalau ada yang nyumbang terima, kalau enggak ya terima," kata Angga.

 

1 dari 3 halaman

Masih Banyak Peminat

Di tengah gegap-gempita kemajuan zaman, ada kabar baik dari Kramat Pulo. Perajin ondel-ondel masih kebanjiran pesanan. Tidak hanya pasar domestik, tapi juga internasional.

Menurut Angga, ondel-ondel yang dibuatnya pernah dipesan untuk dikirim ke Amerika Serikat. Meski hanya wajah atau topengnya saja yang dikirim.

Selain itu, pembeli dari luar Jakarta juga masih suka datang hanya untuk membeli ondel-ondel.

Ondel-ondel mempunyai ukuran bervariasi. Yang biasanya dibuat adalah ondel-ondel setinggi 2 meter dengan lebar bawahnya 80 cm. Namun, itu semua disesuaikan dengan pemakainya, karena ondel-ondel dimainkan dengan cara dipikul.

Ondel-ondel terbuat dari berbagai bahan, mulai dari bambu untuk kerangka, kawat yang digunakan menyatukan kerangka, laras pisang kering untuk melapisi kepala, dan ijuk untuk kepala atau rambut ondel-ondel. Kemudian, baju jahitan sendiri dan hiasan daun kelapa yang dibuat dari kertas minyak ditempelkan di atas lidi.

Pembuatan ondel-ondel bisa memakan waktu seminggu. Proses ini termasuk memotong dan mengamplas bambu, menyusun kerangka, hingga menjahit baju.

 

2 dari 3 halaman

Miniatur Ondel-ondel

Tak hanya membuat ondel-ondel besar, kawasan Pasar Geplok ini juga membuat miniatur ondel-ondel. Yadi, salah satu perajin miniatur ondel-ondel, mengatakan hasil karyanya dipasarkan ke Kampung Betawi, Setu Babakan, Jakarta Selatan. Yadi biasa mengirimkan 10 sampai 15 pasang miniatur ondel-ondel dalam kurun waktu 7-10 hari.

Untuk harga jual, dia mematok Rp 100 ribu per pasang miniatur ondel-ondel. Namun, menurut dia, harga bisa mencapai Rp 150 ribu ketika dijual di Setu Babakan.

Berbeda dengan Yadi, Mulyadi memilih untuk memasarkan miniatur ondel-ondel persis di depan rumahnya seberang bantaran kali. Ia pun dibantu oleh anak dan menantunya untuk membuat miniatur ondel-ondel.

"Saya buka dari tahun 2009. Awalnya ondel-ondel gede 2009. Nah, saya mulai produksi 2013, mulai dari yang gede sampe yang kecil. (2009) cuman hanya ngamen barongan (ondel-ondel) aja, panggilan-panggilan," cerita Mulyadi.

Menurut dia, dalam seminggu, dirinya bisa membuat ondel-ondel hingga 30 pasang bergantung dari pesanan. Meski berjualan di depan rumah, Mulyadi juga mengaku menaruh jualannya di Setu Babakan. Harga jualnya per pasang Rp 150 ribu.

Mulyadi bercerita, dalam pembuatan miniatur ondel-ondel bagian tersulit adalah bajunya. Bahan pembuat miniatur ondel-ondel sama dengan ondel-ondel besar. Waktu pembuatannya pun juga sama, bisa sampai satu minggu.

Artikel Selanjutnya
Meriahkan HUT Jakarta, Ondel-Ondel Main Sepak Bola di Ancol