Malaysia Jadi Tuan Rumah Jamuan Makan Malam Pertemuan Pejabat Tinggi Energi ASEAN

Malaysia sebagai tuan rumah Pertemuan Pejabat Tinggi Energi ASEAN (SOME) ke-43 menyambut para pejabat tinggi negara-negara ASEAN beserta delegasi dengan menyelenggarakan jamuan makan malam resmi di Hotel Riverside Majestic, Kuching.

Diperbarui 18 Juni 2025, 08:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Malaysia sebagai tuan rumah Pertemuan Pejabat Tinggi Energi ASEAN (SOME) ke-43 menyambut para pejabat tinggi negara-negara ASEAN beserta delegasi mereka dengan menyelenggarakan jamuan makan malam resmi di Hotel Riverside Majestic, Kuching pada Senin (16/6/2025).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia merangkap Menteri Transisi Energi dan Transformasi Air YAB Dato’ Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof, serta Premier Sarawak Datuk Patinggi Tan Sri (Dr) Abang Haji Abdul Rahman Zohari bin Tun Datuk Abang Haji Openg.

Jamuan makan malam yang mengusung tema "Harmoni dalam Keberagaman" menampilkan pertunjukan budaya dan hidangan lokal yang mencerminkan keunikan masyarakat Sarawak.

"Tema ini juga bertujuan memperkenalkan warisan dan budaya negara bagian tersebut kepada para delegasi ASEAN," ujar Wakil Perdana Menteri Malaysia merangkap Menteri Transisi Energi dan Transformasi Air YAB Dato’ Sri Haji Fadillah bin Haji Yusof, melalui kterangan tertulis, Senin (16/6/2025).

Dia pun menekankan pentingnya ASEAN Power Grid (APG) sebagai inisiatif utama menuju masa depan energi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Para delegasi juga diberi informasi terkait kemajuan pelaksanaan inisiatif APG yang telah dibahas selama pertemuan SOME dan direncanakan untuk dipresentasikan pada Pertemuan Menteri Energi ASEAN (AMEM) di Kuala Lumpur pada Oktober 2025.

"Malaysia kembali menegaskan komitmennya terhadap agenda transisi energi melalui peningkatan kapasitas energi terbarukan, penguatan efisiensi energi, serta inovasi rendah karbon," ucap YAB Dato’ Sri Haji Fadillah.

Dalam konteks ini, lanjut dia, kontribusi dari mitra dialog dan organisasi internasional berupa keahlian teknis dan dukungan investasi turut diakui sebagai pendorong penting dalam mencapai tujuan bersama.

"Sebagai Ketua ASEAN 2025, Malaysia memperlihatkan sebuah visi yang tidak hanya bertujuan memperkuat persatuan regional, tetapi juga menjadikan ASEAN sebagai pemimpin utama dalam perubahan global yang didasarkan pada nilai dan kekuatan yang dimiliki kawasan ini, khususnya dalam konteks pengembangan sektor energi," tutup YAB Dato’ Sri Haji Fadillah.

 

PM Malaysia Anwar Ibrahim Dukung Iran Balas Serangan Israel demi Jaga Martabat Bangsa

Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendukung Iran untuk mempertahankan hak dan martabat nasionalnya, dengan melancarkan serangan balasan ke Israel.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, PM Anwar menegaskan Malaysia menjunjung tinggi kedaulatan semua negara.

"Itulah sebabnya saya memberi tahu rekan-rekan kabinet saya, Malaysia harus menunjukkan kekuatannya. Kami adalah negara yang merdeka dan berdaulat, dan kami harus membela hak-hak teman-teman kami, termasuk Iran, yang telah dirugikan. Kami membela hak Iran untuk membalas guna menegakkan martabat nasionalnya," kata Anwar, dikutip dari Antara News, Senin (16/6/2025).

Perdana Menteri mengatakan hal tersebut pada upacara penutupan Program Perak MADANI Rakyat (PMR) 2025, di Lumut Waterfront, Minggu 15 Juni 2025.

Sebelumnya pada Jumat 13 Juni 2025, militer Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran, yang menargetkan beberapa fasilitas nuklir dan rudal, yang mengakibatkan tewasnya beberapa komandan militer dan ilmuwan senior Iran.

Sebagai balasan, Iran menembakkan rudal balistik ke beberapa lokasi di wilayah pendudukan Israel, yang menyebabkan kematian, cedera, dan kerusakan bangunan.

 

Kritik Anwar untuk Pemimpin Negara Eropa

Anwar memuji ketahanan Iran dalam mengembangkan kemampuannya di berbagai sektor, termasuk militer, meskipun menghadapi sanksi ekonomi yang berkepanjangan.

"Iran terus melakukan penelitian dan menanamkan disiplin di kalangan pemudanya, untuk menimba ilmu di bidang seperti kecerdasan buatan (karena beberapa pihak) menolak bekerja sama... namun Iran berhasil maju," katanya.

"Sistem rudal antibalistik Iran bahkan mampu mencapai Tel Aviv, sebagai balasan terhadap Israel," tambah PM Malaysia.

Pada saat yang sama, Anwar mengkritik sikap banyak negara Eropa, yang mengutuk serangan balasan Iran terhadap Israel.

"Banyak negara Eropa mengkritik dan menyatakan kemarahan terhadap Iran. Namun ketika Israel melancarkan serangannya, mereka tetap diam... Saya tidak sependapat dengan itu," katanya.

"Alhamdulillah, pimpinan Pemerintah MADANI (pemerintahan Anwar) terus menjunjung tinggi prinsip membela hak dan kedaulatan semua bangsa," lanjut Anwar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6