Sukses

Projo Pastikan Terus Kawal Jokowi untuk Penuhi Amanat Reformasi

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki usia reformasi Indonesia yang sudah 20 tahun, Ketua Umum Pro Jokowi Projo Budi Arie Setiadi, mengingatkan kembali pengorbanan yang sudah dilakukan anak bangsa demi membuat sebuah perubahan.

Budi Arie mengatakan, pengorbanan untuk membentangkan jalan menuju perubahan bagi Indonesia tidak boleh disia-siakan. Sebab, reformasi telah memberikan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita perjuangan reformasi.

Meski pemerintahan silih berganti hingga berada di tangan Jokowi, berkat reformasi, Indonesia memiliki demokrasi dan institusi-institusi politik demokratis.

"Kebebasan muncul, politik multi-partai tumbuh, dan hak-hak sipil meluas. Amandemen UUD 1945 dan sejumlah undang-undang dihasilkan untuk memenuhi amanat reformasi," ujar Budi Arie dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/5/2018).

Namun, Budi Arie mengakui, amanat reformasi belum tercapai semuanya. Terutama distribusi keadilan dan pemerataan pembangunan yang masih belum berjalan sesuai rencana.

"Pertumbuhan ekonomi masih pasang-surut. Bahkan persoalan baru muncul, yakni menguatnya terorisme sebagai ancaman bagi keutuhan sosial dan kesatuan kebangsaan," kata dia.

Budi Arie berharap, melalui program Nawa Cita yang diluncurkan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi, amanat reformasi bisa tercapai.

 

2 dari 2 halaman

Komitmen Jokowi untuk Reformasi

Salah satunya melalui pemerataan pembangunan yang dijalankan secara masif, untuk memutus jurang kesenjangan antar wilayah di Indonesia dan memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakkat, untuk mendapat kehidupan yang lebih baik dalam hal ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.

"Projo menilai apa yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo untuk mewujudkan amanat reformasi harus didukung sepenuhnya. Apa yang dilakukan dan dikerjakan pemerintahan Joko Widodo merupakan bukti komitmennya pada amanat reformasi," ucap Budi Arie.

"Mungkin belum semua terpenuhi, namun jalan menuju ke sana dibuka selebar-lebarnya oleh Joko Widodo. Di masa pemerintahan 2014-2019, Joko Widodo telah memulainya dan mesti dilanjutkan pada periode kedua 2019-2024, untuk memenuhi lebih banyak amanat reformasi."

Budi Arie memastikan, Projo akan terus memperjuangkan dan mengawal pemerintahan Joko Widodo hingga periode selanjutnya, agar Indonesia terus menjadi lebih baik.

"Kepemimpinan Jokowi adalah kepemimpinan tanpa beban masa lalu dan bukan beban di masa depan," dia menegaskan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bank Dunia: Indonesia Paling Banyak Lakukan Reformasi Bisnis Setelah China