Sukses

Cegah Sembako Maut Terulang, Sandiaga Perketat Izin Acara di Monas

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan, Pemprov DKI akan memperketat perizinan acara yang digelar di Monas. Hal itu agar insiden bagi-bagi sembako yang menelan korban jiwa pada Sabtu, 28 April tidak terulang.

"Iya (memperketat), perizinan akan kita betul-betul teliti dengan baik," kata Sandi di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Sandiaga mencontohkan, mendekati Ramadan biasanya akan ada banyak acara bagi-bagi sembako. Untuk itu, pihaknya akan mengizinkan dengan catatan dilakukan di wilayah masing-masing dan sesuai prosedur.

"Kita akan koordinasikan bagaimana tata caranya, kita kan pengalaman. KJP kan kita sudah lakukan tiap bulan. Pemprov itu memiliki bukan hanya memiliki pengalaman, tapi juga sistem prosedur yang sudah baku. Jadi siapa pun yang mau bagi sembako, koordinasikan dengan kita," kata Sandi.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Sediakan Tempat Khusus

Sandi menyebut Pemprov akan menyediakan tempat pembagian sembako agar kejadian di Monas tidak terulang. "Koordinasikan dengan kelurahan, kecamatan, wilayah, wali kota, kita siapkan tempatnya, kita koordinasikan sehingga tidak terjadi seperti di Monas kemarin," imbuh Sandi.

Ia menjamin, bila pembagian sembako dengan sistem jemput bola ala Pemprov, maka acara akan berlangsung aman.

"Harus lebih menjemput bola, sampaikan ke semua pihak pembagian harus tertib dengan kaidah kekinian, bagaimana crowd control, itu sangat utama. Kita sudah pengalaman mengadakan event di Monas, Kota Tua, Taman Mini, Ancol, kita menangani 200-300 ribu (massa) kalau ditangani dengan baik insyaallah aman," Sandiaga memungkasi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.