Sukses

Anies di Antara Tawa dan Jerit Pedagang Tanah Abang

Liputan6.com, Jakarta - Senyum Sherli (50) terus membingkai wajahnya saat memindahkan barang dagangannya ke tenda merah di depan Stasiun Tanah Abang, Jumat ini. Sherli merupakan salah satu PKL yang beruntung mendapat jatah tenda dari Pemprov DKI.

"Saya dapat tenda nomor 12," ujar Sherli yang menjual baju pakaian pria dan wanita itu.

Sherli mengaku sangat senang bisa menjadi pedagang resmi. Selama ini, dia bersama teman-temannya menduduki trotoar di depan stasiun Tanah Abang Baru.

Kini dengan tenda baru, Sherli mengaku tidak takut lagi terjaring razia oleh Satpol PP.

"Biasanya diuber-uber, takut. Sekarang bisa tenang. Senangnya 1.000 kali (lipat)," ucap Sherli, Jumat 22 Desember 2017.

Warga Kampung Bali itu yakin tidak akan ada penurunan omzet jualan, meski tidak lagi berdagang di trotoar Tanah Abang. Apalagi, saat ini menjelang musim liburan, dia optimistis dagangannya akan ludes diborong pembeli.

"Di sini juga ramai banget kok, pasti laris tetap," kata dia.

Sherli mengaku berterima kasih pada Gubernur Anies Baswedan karena sudah diberikan lapak bagus.

"Terima kasih banyak Pak Gubernur, kami bisa jualan cari rezeki, enggak takut," ucap dia.

Sherli mengatakan, sudah didata oleh Dinas sejak awal bulan lalu. Tadi malam, dia datang ke Kecamatan Tanah Abang untuk mengundi nomor tenda yang akan ia tempati.

"Semalam ambil undian, senang bisa dapat gratis," kata Sherli.

Senada dengan Sherli, Siti Asiyah penjaga toko di Blok B Tanah Abang juga menyambut gembira adanya Bus Transjakarta gratis di Tanah Abang.

Warga Kebayoran Baru itu biasanya harus merogoh kocek Rp 3.000 untuk naik angkot dari stasiun ke Pasar Blok B. "Ini gratis? Alhamdulillah," ucap dia.

Menurut Siti, adanya bus akan memudahkan pengguna kereta mencari angkutan. Apalagi, kata Siti, kini dapat menikmati angkutan ber-AC. Ia berharap bus Transkajakarta itu gratis tidak hanya sementara.

"Semoga tetap gratis selamanya," ujarnya lalu tertawa.

1 dari 3 halaman

Strategi Anies Percantik Tanah Abang

Cerita Sherli dan Aisyah merupakan gambaran kegembiraan warga yang mengadu peruntungan di kawasan Tanah Abang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merealisasikan penutupan jalan di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta mulai Jumat 22 Desember 2017. Penutupan ditujukan untuk memberi kebebasan bagi pedagang kaki lima atau PKL Tanah Abang untuk berjualan di satu dari dua ruas jalan.

"Kita fasilitasi PKL dengan lakukan rekayasa lalu lintas, jalur di depan stasiun jalur untuk PKL, jumlahnya 400, tenda sudah disiapkan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dengan adanya kawasan khusus bagi PKL Tanah Abang itu, Anies menjamin trotoar sepanjang Tanah Abang sepenuhnya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Sementara satu ruas jalan yang tidak ditutup akan dilalui layanan Transjakata gratis.

Anies menegaskan bahwa semua konsep penataan yang telah dilaksanakan berpedoman pada aturan yang sudah dirintis. 

Alumnus Universitas Gadjah Mada ini juga mengingatkan bahwa Pemprov DKI berpihak pada PKL Tanah Abang. Dia ingin semua warga Jakarta memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan transaksi ekonomi.

"Kita akan jelas akan berpihak kepada mereka yang juga ingin mendapatkan kesempatan itu. Kesempatan untuk merasakan peredaran kegiatan ekonomi di wilayah Tanah Abang," tutur Anies.

Dia mengaku akan terus menata kawasan Tanah Abang.

"Jadi kita akan tata semuanya. Kita akan review nanti bahwa penataan ini memberikan manfaat bagi semua," imbuh Anies.

Jerit Penghuni Blok G

Di tengah kegembiraan pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang yang mendapatkan lapak resmi berupa tenda dari Pemprov DKI, para pedagang kios resmi di Pasar Blok G Tanah Abang justru menjerit kecewa.

Salah satu pedagang Blok G, Yeni (52), mengaku bingung bagaimana nasib para pedagang yang berada di kios resmi di dalam blok-blok pasar Tanah Abang.

"Kecewa besar ya, saya merasa gubernur sekarang PKL ditata, yang kita mau dikemanakan Pak Gubernur?" ujar Yeni di Tanah Abang, Jumat 22 Desember 2017.

Bila PKL diresmikan, Taufik, seorang pedagang Blok G, menyebut dagangan para penjual di toko atau kios otomatis akan sepi.

"Kalau diresmikan PKL-nya, kita tambah sepi. Kita bingung, kita semrawut, ke Blok G akses juga kesulitan," katanya.

Senada dengan Yeni, Taufik juga tidak setuju dengan dilegalkannya PKL di Tanah Abang.

"Kenapa meresmikan? PKL balik lagi ke jalan, kita enggak setuju," ujarnya. 

2 dari 3 halaman

Robohkan Blok G

Direktur Utama Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya akan merobohkan Blok G untuk direvitalisasi. Namun, hingga kini, pihaknya belum tahu akan dipindah ke mana ribuan pedagang di sana.

"Nah itu yang masih PR (pekerjaan rumah) besar Pasar Jaya. Kami belum menemukan PPS (Pasar Penampungan Sementara). Saat ini tim sudah ada lokasinya, tapi belum bisa kami beritakan karena masih belum fix," ucap Arief.

Sejauh ini, Arief menyebut, para pedagang Blok G sudah setuju dengan rencana merobohkan pasar tersebut.

"Pedagang bersedia dipindahkan, karena pada dasarnya kalau pasar dibagusin pedagang pasti senang. Ada peraturan bahwa untuk merevitalisasi pasar harus ada persetujuan pedagang terlebih dahulu," ujar dia.

Menurut Arief, bila sesuai rencana, maka pasar Blok G akan merobohkan. Pembangunan akan dimulai pada Januari 2018 dan selesai dalam dua tahun. "Kalau lancar, dua tahun bisa selesai," kata Arief.

Terkait jeritan para pedagang di Blok G, Wakil Gubernur Sandiaga Uno menilai hal tersebut dianggap wajar.

"Pasti karena sekarang yang ditenda bilang pendapatannya meningkat dua kali lipat. Ya pasti rebutan," jawab Sandi di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta (23/12/2017).

 

Namun Sandi menegaskan bahwa PKL penerima tenda sudah tepat sasaran karena Pemprov DKI sebelumnya sudah melakukan pendataan.

"Tapi kan kita udah data. Kita tahu siapa yang berhak mendapat di sana jadi datang dari yang mana-mana," tutur Sandi.

Sandi mengaku selanjutnya akan meninjau terlebih dahulu konsep Tanah Abang yang sudah dilaksanakan selama dua hari ini. Dia juga merasa bahwa fungsi trotoar yang awalnya dikeluhkan sudah dikembalikan ke fungsi semula.

"Kami melihat bahwa konsep ini sudah mengembalikan fungsi trotoar untuk memuliakan pejalan kaki dengan teman-teman PKL yang selama ini mengeluhkan omsetnya. Sekarang kita pantau," ujar Sandi.

Tunggu Seminggu

Namun menanggapi kritik dari berbagai kalangan Sandi ingin konsep yang baru dijalankan ini ditunggu selama seminggu terlebih dahulu.

"Tapi terlalu dini untuk kita komentari sekarang jadi (lihat) seminggu ke depan," kata Sandi.

Sandi ingin setelah berjalan seminggu, data-data yang akan terkumpul akan menentukan langkah evaluasi selanjutnya. Orang nomor 2 DKI itu mengaku akan mengandalkan data yang disajikan Jakarta Smart City.

"Kita akan lihat data-datanya semua kebijakan kita berbasis data-data semuanya terkompilasi di Jakarta Smart City. Jadi nanti kita akan lihat Jakarta Smart City gimana kompilasi karena kita nggak mau kebijakan kita ini dijudge katanya-katanya dan dengan wawancara yang sifatnya anekdotan," tutur Sandi.

Politikus Gerindra itu menegaskan jika Pemprov akan mengevaluasi penataan Tanah Abang berbasis hitmap.

"Kita punya toolsnya dan nanti setelah seminggu kita lihat," imbuh Sandi.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Artikel Selanjutnya
Sandiaga: Sky Bridge Tanah Abang Dibangun Usai Lebaran
Artikel Selanjutnya
Sandiaga: Kemacetan di Tanah Abang karena Galian Kabel