Bubur Sayur Lodeh, Dakwah Khas Bantul

Tidak seperti biasanya, jika masyarakat berbuka dengan kurma atau kolak. Di Bantul, Jateng, warganya disuguhkan bubur sayur lodeh sebagai menu berbuka.

Diterbitkan 30 Agustus 2010, 20:21 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Bantul: Bedug tanda berbuka puasa baru saja dipukul. Sejumlah anak dengan cekatan mengangkat sendok dan menyapu bersih bubur sayur lodeh di piring seng. Dan, bubur pun habis tak bersisa.

Ingin tahu bubur apa yang dikonsumsi? Bukan seperti kebanyakan, melainkan bubur sayur lodeh. Ini merupakan menu berbuka puasa khas Desa Wijirejo, Bantul, Jawa Tengah, yang saat itu berkumpul di Masjid Sabilurosyad --bangunan peninggalan Raden Trenggono XV atau Panembahan Bodho.

"Bubur itu kan halus. Jadi, dalam penyampaian ajaran Islam, harus dengan lemah lembut," ujar Hariyadi, seorang takmir di masjid tersebut, Senin (30/8).

Ia juga menjelaskan bahwa bubur sayur lodeh menjadi alat dakwah efektif untuk menjangkau segala usia. Karena itulah, katanya, keberadaan bubur sayur lodeh selama bulan puasa dijaga secara turun-temurun.(OMI/SHA)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6