Sukses

Geliat LSM Indonesia di Mata Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di tanah air tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Meski hanya di Indonesia dan rata-rata memberdayakan masyarakat terpencil, kaum termarjinal, atau menyoroti penyelenggaraan negara yang bobrok, LSM-LSM ini bisa diperhitungkan di kancah internasional.

Seperti Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) dan Indonesian Corruption Wacth (ICW). Menurut Lauder Institut, Universitas Pensylvania, Amerika Serikat, Pattiro dan ICW merupakan dua LSM Indonesia yang fokus dengan Top Transparancy and Good Governance Think Tanks, atau pengawasan pemerintahan yang bersih dan transparan.

Lauder Institute merupakan lembaga yang meriset LSM-LSM di dunia. Lembaga ini menempatkan Pattiro sebagai satu LSM terbaik di dunia di antara 63 LSM terbaik lainnya.

Riset yang baru saja dirilis akhir Januari lalu, mencatat ICW berada di posisi 20, sementara Pattiro di nomor urut 34 dalam kategori yang sama.

Meski begitu, Pattiro dianggap lebih konsisten tercatat sebagai lembaga pengawas kebijakan negara dalam hal transparansi. Dari 63 lembaga yang serupa di dunia, Pattiro selalu masuk dalam radar peraih peringkat terbaik sejak 2011 hingga 2017 ini.

Direktur Pattiro, Maya Rostanty mengatakan, capaian tersebut memperpanjang prestasi Pattiro di dunia internasional dalam enam tahun terakhir, "Alhamdulillah, Pattiro berhasil mempertahankan prestasi tingkat dunia dari tahun 2011-2016," kata Maya pada Liputan6.com di Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2017).

Terdapat 4 kategori utama dalam penghargaan yang diberikan Lauder Institute, yakni Top Think Tanks in the World, Top Think Tanks by Region, Top Think Tanks by Area of Research dan Top Think Tanks by Special Achievment.

Dan Pattiro meraih penghargaan di kategori Top Think Tanks by Area of Research. Tepatnya, LSM ini masuk sebagai yang terbaik di sub kategori Top Transparancy and Good Governance Think Tanks

"Semoga kami bisa lebih produktif dan kontributif dalam perbaikan proses penyusunan kebijakan pemerintah di Indonesia," jelas Maya.

Laporan index tahunan yang diikuti 1900 lebih lembaga dan ahli itu juga mencantumkan beberapa nama organisasi asal Indonesia seperti, Center for International Forestry Research (CIFOR), Economic Research Institutte for ASEAN and East Asia (ERIA), Habibie Center, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Centre for Strategic and International Studies (CSIS), the Institute of National Capacity Studies (INCS), dan juga Center for Indonesian Policy Studies.

Sementara, untuk lembaga riset terbaik tahun ini, atau Think Tank of the Year 2016 dan juga Top Think Tank in the World (lembaga riset terbaik di dunia) diduduki oleh Chatham House dari United Kingdom (Inggris Raya).