Sukses

Tengku Abdullah Syafei Dilaporkan Tewas

Liputan6.com, Banda Aceh: Kontak senjata antara Tentara Nasional Indonesia dan anggota gerakan separatis Aceh (Gerakan Aceh Merdeka-GAM) menelan korban cukup penting. Bukan lantaran jumlahnya yang spektakuler. Tapi, seperti dipastikan Panglima Komando Pelaksana Operasi TNI di Aceh Brigadir Jenderal Djali Yusuf, dua dari tujuh korban yang tewas di pihak GAM adalah Panglima Angkatan Perang Aceh Merdeka Tengku Abdullah Syafei dan istrinya bernama Fatimah. Mereka tertembak ketika terjadi pertempuran di kawasan Desa Jiem Jiem, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie, Selasa (22/1) pagi.

Brigjen Djali memperoleh kepastian tersebut dari ciri-ciri yang terlihat di tubuh korban. Tak cuma itu. Ada juga pernyataan cukup menguatkan bahwa Syafei memang terbunuh, yang datang dari kakak kandung Abdullah Syafei, Zakaria Ahmad namanya. Hingga kini, jenazah masih disemayamkan di kamar mayat Rumah Sakit Umum Sigli.

Pertempuran antara TNI dan GAM terjadi di sebuah rumah kosong. Dari baku tembak itu, TNI menyita tiga pucuk senjata AK-47 dan sebuah handphone satelit. Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi dari GAM tentang kematian pimpinan mereka belum diperoleh.

Menurut Juru Bicara GAM Ishak Daud kepada Arief Suditomo dari SCTV yang mengontaknya melalui telepon, benar atau tidaknya kematian Syafei belum bisa dipastikan. Sebab, Ishak menambahkan, saat rumah sakit di Sigli --tempat Syafei disemayamkan-- dihubungi melalui telepon tak ada yang menjawab. Kontak telepon tersebut tak ada yang mengangkat. Dikatakan Ishak, perjuangan GAM tak tergantung pada seseorang, tapi pada seluruh komponen bangsa Aceh. Andai Syafei benar tewas, Ishak mengatakan, "Insya Allah akan lahir pemimpin-pemimpin baru yang akan melawan penjajah dari tanah Jawa. Masih banyak yang mendukung perjuangan untuk kemerdekaan Aceh Sumatra. Dari Aceh sampai Lampung, dari Sabang sampai Belitung."(RSB/Tim Liputan 6 SCTV)