Kegagalan Bank Century Karena Pemilik

Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution mengatakan kegagalan operasional Bank Century karena perilaku pemiliknya yang mencuri uang dan melarikannya ke luar negeri.

Diterbitkan 21 Desember 2009, 21:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Anwar Nasution mengatakan kegagalan operasional Bank Century karena perilaku pemiliknya yang mencuri uang dan melarikannya ke luar negeri. Anwar, saat memberikan kesaksian pada rapat Panitia Angket Kasus Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Senin petang(21/12), pemilik Bank Century tersebut adalah warga negara Indonesia Robert Tantular, dan dua orang berwarga negara asing yakni warga negara Inggris keturunan Pakistan bernama Heesam Al Waraaq dan Rafat Al Rivzi.

Sebagai warga negara Indonesia dirinya merasa tersinggung karena ada orang asing yang mencuri dari perbankan nasional pada saat masyarakat Indonesia mengalami kesulitan. Namun, Anwar tidak merinci berapa besar nominal yang dikatakannya dilarikan keluar negeri.

Selain kedua warga negara asing tersebut, sebagaimana dilansir Antara, keluarga Robert Tantular yakni Dewi Tantular juga mengambil uang di Bank Century sebesar 12 juta dolar AS dan kemudian dilarikan keluar negeri. Dikatakan Anwar, Robert Tantular juga memiliki 10 anak perusahaan lain dan kemungkinan dana dari Bank Century juga mengalir ke anak perusahaan tersebut.

"Jadi kegagalan operasional Bank Century bukan karena krisis finansial global, tapi karena perilaku buruk pemiliknya," katanya. "Persoalan kemana aliran dana dari Bank Century, bukan hanya persoalan Bank Indonesia saja, tetapi juga menjadi persoalan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang mengambil alih Bank Century," kata Anwar.

Pada kesempatan tersebut, Anwar juga mengatakan kegagalan operasional Bank Century pada November 2008 tidak berdampak sistemik terhadap sektor perbankan nasional karena hanya bank kecil. "Bank Century tidak memiliki peran penting di PUAB (pasar uang antar-bank), peranannya hanya sekitar 0,4 persen," katanya.

Dia menjelaskan, jika  penyelamatan Bank Century dilakukan dengan pertimbangan kegagalan operasionalnya berdampak sistemik, hal itu merupakan kesalahan indikator. Dari seluruh nasabah Bank Century, kata Anwar hanya ada 40 nasabah kelas kakap yang mengusai sekitar 40 persen aset bank. "Ini menunjukkan kegagalan operasional Bank Century hanya berdampak pada sejumlah nasabah saja," katanya.(AYB)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6