Liputan6.com, Kerinci - Aktivitas Gunung Kerinci kembali meningkat. Hingga Jumat (8/4/2016) siang, gunung api tertinggi di Sumatera itu terus mengeluarkan asap tebal dengan radius 400 hingga 1.200 meter.
Sementara itu, seorang bocah berusia 2 tahun, Lidia Kogoya, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua menderita penyakit hidrosefalus. Ketiadaan biaya, Jamkesmas, BPJS maupun Kartu Papua Sehat membuat Lidia hanya dirawat di rumah oleh nenek dan kakeknya.
BACA JUGA:Alasan Pendakian Kerinci Ditutup Total
Advertisement
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9262464/original/038832300_1783158897-1001427620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1196963/original/072764000_1460111564-Gunung-Kerinci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263375/original/028911800_1781920470-Hasto_Kerinci.jpeg)