Detik-detik Puting Beliung Robohkan Gerbang Tol Cikunir 2

Kepala proyek perbaikan Jasa Marga Ari Khristopo mengatakan setiap pembangunan gerbang dan kanopi tol sudah melewati uji yang ketat.

Diterbitkan 15 Februari 2016, 11:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Atap kanopi yang berbahan baja di pintu gerbang tol otomatis (GTO) Cikunir 2 ambruk. Hujan dan angin besar diduga jadi salah satu penyebab ambruknya atap gerbang tol.

Kepala proyek perbaikan Jasa Marga Ari Khristopo mengatakan, dirinya mendapat aduan dari petugas yang ada di lapangan sekitar pukul 14.30 WIB pada Minggu, 14 Februari 2016. Ia menuturkan, sesaat sebelum kejadian kanopi ambruk, angin puting beliung terlihat berjalan menuju pintu gerbang dari arah depan atau pintu masuk tol dari Bekasi.

"Sekitar 14.20 WIB itu ada yang lihat ada angin puting beliung. Anginnya dari arah depan," kata Ari ditemui Liputan6.com di lokasi, Cikunir, Bekasi, Senin (15/2/2016).

Ia mengatakan saat itu petugas yang di lapangan terus memantau. Namun tak berapa lama, angin mendekati ke tiang-tiang GTO dan terus ke bawah gerbang tol. Hujan besar pun mengawal angin puting beliung ke arah gerbang.

"Hujan deras dan ada putaran angin. Ada angin besar yang masuk ke tiang depan," tutur Ari.

Baca Juga

  • 9 Gerbang Tol Cikunir 2 Dibuka, Antrean Mengular 3 Kilometer
  • Selain Truk, 4 Besi Baja Juga Tahan Atap Gerbang Tol Cikunir 2
  • Truk Jadi Penyangga Atap Gerbang Tol Cikunir 2 yang Roboh

Usai angin puting beliung memutari tiang depan, ucap Ari, tak sampai hitungan menit angin langsung menuju gerbang tol atau tepat dekat lokasi pembayaran. Di situ angin menekan konstruksi kanopi baja dari bawah.

"Ya, ini kan lokasi terbuka ya. Angin yang kuat menuju ke gerbang terus menekan konstruksi (baja kanopi) dari bawah terus muter ke atas terus balik," ungkap Ari.

Ari menerangkan setiap pembangunan gerbang dan kanopi tol sudah melewati uji yang ketat. Selain itu, pihaknya juga memiliki standar keamanan yang dinilai bisa mengatasi dari segala cuaca yang cukup ekstrem. Namun ia mengaku semua bisa di luar perkiraan lantaran cuaca yang tidak dapat diprediksi.

"Sebenarnya ini sudah kita perhitungan. Ya, tapi kalau angin puting beliung besar banget ya mau bagaimana. Ini kan atap baja," ujar Ari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6