Sukses

Karisma Soeharto yang Tak Lekang Waktu

Liputan6.com, Jakarta - Soeharto, sosok kontroversial sejak reformasi dikumandangkan ribuan aktivis pada 1998. Kala itu masyarakat marah lantaran krisis moneter yang membuat hampir setengah penduduk Indonesia mengalami kemiskinan.

Namun, karisma Bapak Pembangunan itu ternyata tidak luntur. Buktinya, makam pria yang memimpin Indonesia selama 32 tahun itu selalu dikunjungi masyarakat. Terlebih, pada hari-hari tertentu.

Contohnya, pada akhir 2015. Makam Soeharto di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah mendadak dikunjungi banyak orang.

Seminggu terakhir 2015, ada 2.000 peziarah per harinya yang mengunjungi makam Presiden ke-2 RI itu. Jumlah peziarah ini meningkat 6 kali lipat dari hari biasa.

Ada 2.000 peziarah setiap harinya datang ke makam mantan Presiden RI II itu.

"Kalau pas hari biasa itu paling peziarahnya sekitar 300 orang. Ada peningkatan drastis hingga hingga 6 kali lipat lebih dari hari biasa," ujar Juru kunci makam Astana Giribangun, Sukirno, Sabtu 26 Desember 2015.

Pada tahun baru Islam, makam Soeharto juga tidak pernah sepi. Pada Jumat 24 Oktober 2014 malam, pengunjung sudah berjubel di kompleks pemakaman tersebut.

Jumlah peziarah pada malam peringatan 1 Suro mencapai 3.000 orang.

Mantan Presiden BJ Habibie, juga mengakui karisma Soeharto. Menurut mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu , dia sudah mengenal Soeharto dari usia belia. Habibie pun terkesima dengan sifat Soeharto.

"Pak Harto itu bijaksana, rasional dan pendiam. Saya kenal sejak umur 13, Pak Harto itu ganteng dan pendiam," ujar Habibie.