Sukses

Anak SMA di Yogyakarta Ini Nekat Saingi Go-Jek

Liputan6.com, Yogyakarta - Moda transportasi berbasis aplikasi memang tengah menjamur di kota-kota besar. Sebab, transportasi model ini memang banyak diminati masyarakat. Hal ini mendorong seorang remaja asal Yogyakarta membuat aplikasi yang sama.

Rio Stefan, pelajar kelas 3 SMA Muhammadiyah 1 Prambanan, berani membuat BangJek sebagai pesaing Go-Jek. Padahal, saat ini layanan yang didirikan oleh Nadiem Makarim itu sudah merambah ke Yogyakarta.

"Saya juga sudah baca itu Go-Jek ada di Yogya. Tidak masalah. Siapa pun itu yang hadir di Yogya dari pihak Go-Jek dan ojek online lainnya itu sebuah tantangan sendiri bagi saya," kata Rio di Yogyakarta, Jumat (13/11/2015).

Rio mengaku tak heran jika Go-Jek begitu sangat terkenal. Sebab, layanan transportasi itu telah diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo hingga ke luar negeri dan merupakan pemain lama di bisnis ini, sementara BangJek adalah pemain baru. Dia berharap warga Yogyakarta menghargai karya anak daerah dengan menggunakan layanan transportasi miliknya.

"Dia (Go-Jek) dapat dana ratusan ribu dolar untuk pengembanganya. Kami masih seumur jagung. Kendala ya dana itu sendiri. Ini adalah aplikasi dan ojek online hasil dari pelajar Yogya," kata Rio.

Go-Jek, ucap Rio, akan menjadi saingan terberat ojek online miliknya ini. Namun, pria kelahiran 5 November 1995 ini yakin ojek online miliknya akan diminati masyarakat Yogyakarta karena memiliki pelayanan yang berbeda. Salah satunya adalah layanan ojek khusus wanita.

Dia membedakan ojek wanita dan pria karena di Yogyakarta banyak muslimah dan tidak nyaman naik ojek yang bukan muhrimnya. Saat ini, ia pun memberikan tarif khusus bagi pengguna ojek wanita.

"Untuk sekarang kami masih menggunakan tarif normal. Sudah dihitung kami berikan konsep pria Rp 2.000 per km. Ojek wanita itu Rp 3.000 per km. Wanita memiliki kesulitan yang berbeda. Kalau pria mungkin lebih fleksibel kalau wanita sistem keamanannya lebih ketat," Rio menjelaskan. (Nil/Mut)**

Loading