Sukses

Bener Meriah Aceh Dilanda Banjir Bandang, 462 Penduduk Mengungsi

Liputan6.com, Banda Aceh - Hujan lebat yang mengguyur kawasan pegunungan Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menyebabkan kawasan tersebut dilanda banjir bandang, pada Minggu 13 September 2015 sore. Akibatnya puluhan rumah rusak.

Menurut Anggon, seorang warga Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, Aceh Tengah, banjir bandang yang melanda desanya datang tiba–tiba. Banjir menghanyutkan pepohonan dan bebatuan yang menerjang rumah warga hingga roboh.

"Saat kejadian, warga sedang beraktivitas seperti biasa, hujan deras yang turun di gunung membuat pepohonan dan bebatuan hanyut hingga menutupi aliran sungai," ujar Anggon di Aceh, Senin (14/9/2015).

Akibat kejadian ini, 462 jiwa mengungsi di 4 titik. Mereka tersebar di 2 tempat di Desa Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, yaitu SD Karang Jadi yang ditempati oleh 262 jiwa dan di rumah ibadah yang diisi 92 pengungsi.

Sedangkan 2 titik lainnya di Koramil Wih Pesam. Di tempat ini ada 69 jiwa dan di rumah Sekretaris Desa Pante Raya Barat ada 39 orang.

Kini sebagian pengungsi sudah ada yang kembali ke rumah masing-masing. Mereka kembali untuk membersihkan rumah dari ngenangan lumpur yang terbawa banjir.

Banjir bandang juga sempat mengakibatkan lumpuhnya jalur tranportasi Takengon-Bireun maupun sebaliknya. Hal ini karena gelondongan kayu terseret banjir hingga ke permukaan jalan.

Sekretaris Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Imran mengatakan, pihaknya sudah turun ke lokasi sejak semalam untuk membersihkan jalanan yang ditutupi material banjir.

"Kita sudah ke lokasi melakukan pembersihan, logistik juga telah kita kirim," ujar Imran saat dihubungi Liputan6.com, Senin (14/9/2015).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam situs BNPB.go.id menyebut, banjir bandang menyebabkan 25 rumah di 4 desa rusak berat, sedang, dan ringan. (Ali/Sun)