Sukses

Penyebab Kebakaran Pasar Johar Semarang

Liputan6.com, Semarang - Setelah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memprosesnya selama 4 hari, Laboratorium Forensik Polri Cabang Semarang kini telah menyimpulkan penyebab kebakaran Pasar Johar dan Yaik Permai Semarang, Jawa Tengah. Penyebabnya tak lain adalah hubungan pendek arus listrik.

Korsleting itu terjadi di lantai 1 kios Pasar Johar bagian depan. Menurut Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Nur Ali, kesimpulan itu diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan pada Senin 11 Mei 2015 lalu.

"Sudah ada hasilnya, itu karena hubungan pendek arus listrik," kata Nur Ali di Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/5/2015).

Kepala Puslabfor Bareskrim Polri Cabang Semarang Kombes Pol Setiani Dwi Astuti menjelaskan, titik api berasal dari kios lantai 1 Pasar Johar yang stop kontak dan stekernya longgar.

"Itu karena korsleting dari stop kontak yang longgar dengan stekernya," ujar Setiani.

Olah TKP digelar tim dari Labfor Polri 2 hari setelah kebakaran yang terjadi pada 9 Mei 2015 lalu. Olah TKP dilakukan di tengah kepungan hawa panas, karena titik api belum padam seluruhnya.

"Dengan kesimpulan dari Labfor itu, sekaligus menjawab opini kebakaran terjadi karena kesengajaan," ucap Nur Ali.

Temuan IKAPPI

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) menduga kebakaran yang terjadi di Pasar Johar terdapat unsur kesengajaan. Dugaan itu didasari hasil investigasi tim independen yang telah meminta keterangan dari saksi-saksi.

Menurut Ketua Umum DPP IKAPPI Abdullah Mansuri, penyebab kebakaran akibat korsleting atau hubungan pendek arus listrik tidak masuk akal dan ganjil. Menurut dia, tim investigasi yang dibentuk menemukan adanya beberapa titik api di pasar tersebut saat kebakaran. Selain itu, berdasar keterangan saksi-saksi, sempat terdengar suara ledakan.

"Untuk itulah IKAPPI membentuk tim independen guna melakukan penyelidikan penyebab kebakaran. Ada delapan anggota tim independen," kata Abdullah, Jumat 15 Mei 2015.

DPP IKAPPI rencananya akan membawa temuan itu ke Mabes Polri agar menjadi pertimbangan dalam memutuskan penyebab utama kebakaran Pasar Johar. Jika nanti benar adanya unsur kesengajaan, imbuh Abdullah, IKAPPI mendesak Mabes Polri mengusut tuntas kasus tersebut hingga menemukan dan menindak aktor utamanya.

Kebakaran yang melanda Pasar Johar dan Pasar Yaik mengakibatkan 4.917 pedagang dari sekitar 8.000-an kios kehilangan tempat berjualan. Saat ini para pedagang sudah mulai berjualan dengan tersebar di berbagai titik. (Ndy/Sss)

Loading