Uitemate, Teknik Mengapung untuk Selamatkan Nyawa Saat Banjir

Teknik mengapung ini dapat menyelamatkan nyawa Anda saat bantuan belum datang. Bagaimana caranya?

Diterbitkan 11 Februari 2015, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Teknik Uitemate membantu bertahan saat banjir tinggi di Jakarta.
  • Uitemate adalah teknik Jepang 'mengambang dan menunggu' dari Prof. Hidetoshi Saito.
  • Teknik ini hemat energi, memungkinkan bernafas, dan terbukti menyelamatkan nyawa.

Citizen6, Jakarta Hujan deras yang melanda Jakarta membuat beberapa daerah terkena banjir. Banjir yang menggenang bahkan hingga melebihi dada orang dewasa. Nah, apabila bantuan belum juga datang sedangkan banjir makin tinggi, Anda jangan panik. Anda dapat mencoba teknik Uitemate agar bisa tetap selamat.

Dilansir dari japanesia.co.id, teknik Uitemate berasal dari bahasa Jepang yang berarti "mengambang dan menunggu". Teknik ini dicetuskan oleh Profesor Hidetoshi Saito dari Universitas Teknologi Nagaoka, Jepang. Menurutnya, saat seseorang terjebak di air, ia akan mencoba tetap berdiri tegak dengan hanya kepala berada di atas permukaan air. Seluruh tubuh akan tenggelam jika orang tersebut mencoba menarik perhatian penyelamat dengan melambaikan tangan. Ia bisa tenggelam dalam hitungan menit.

Nah, teknik Uitemate ini memungkinkan seseorang untuk tetap bernafas dan sangat menghemat energi. Menurut Hidetoshi, saat dalam keadaan genting, jangan paksakan diri untuk berenang. Cukup mengambang seperti daun di air. Teknik ini sudah diajarkan di sekolah dasar di seluruh Jepang. Bahkan saat bencana Tsunami melanda Jepang, teknik ini telah menyelamatkan banyak nyawa saat bala bantuan belum datang.

Untuk melakukannya juga tidak terlalu sulit. Anda bisa meniru gambar di bawah ini atau belajar dari video langkah-langkah teknik Uitemate di bawahnya.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6