Sukses

Menteri Desa Marwan Jafar: Kekerasan Bukan Bagian dari Islam

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar menegaskan, aksi kekerasan yang mengatasnamakan Islam, bukan bagian dari Islam. Sebab Islam mengajarkan cinta damai.   

"‎Siapapun yang melakukan kekerasan apalagi mengatasnamakan Islam, itu bukan bagian dari Islam yang mengajarkan cinta damai," ujar Marwan saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al Akhyar, Benda, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (11/1/2015).

Karena itu, dalam acara yang berlangsung hari ini, Minggu (11/1/2015), Marwan menekankan agar sesama anak bangsa saling mencintai. Menurut Marwan, Islam mewajibkan agar mencintai kepada sesama dan hal ini telah diajarkan Nabi Muhammad.

"Hubungan musyawarah di antara kita semua sebagai umat Islam itu penting, tapi tidak kalah penting ukuwah insaniah, rasa mencintai terhadap bangsa dan kita harus mencintai sesama anak bangsa. Seperti Nabi Muhammad yang menjadi suri tauladan kita semua. Mau pejabat, rakyat biasa, atau siapapun kita harus ukuwah insaniah," kata Marwan dalam sambutannya.

Saling mencintai kepada sesama perlu ditumbuhkan, ujar Marwan, karena kekerasan akhir-akhir ini sudah bukan sesuatu yang aneh di Indonesia. Apalagi kekerasan kerap dipakai mengatasnamakan agama.

"‎Siapapun yang melakukan kekerasan apalagi mengatasnamakan Islam, itu bukan bagian dari Islam yang mengajarkan cinta damai," ujar dia.

Pada kesempatan ini, Marwan memperkenalkan kementeriannya yang baru dibentuk setelah Joko Widodo atau Jokowi ‎menjadi presiden. Ia menjelaskan, kementeriannya khusus diberikan tugas mengentaskan desa-desa tertinggal diseluruh Indonesia.

"Kalau kata bahasa Betawinya, saya ini bapaknya kepala desa, saya diberikan tugas oleh Presiden Jokowi membangun infrastruktur di desa-desa tertinggal. Kemudian saya juga ditugaskan unutk mengentaskan semua daerah-daerah tertinggal," tandas Marwan Jafar. (Sun/Mut)