Sukses

Daulat Budaya Nusantara Ajak Rakyat Bergotong Royong dalam Bernegara

Daulat Budaya Nusantara bersama Lesbumi NU menggelar Kenduri Budaya yang ke-31 dari rangkaian 99 lokasi Kenduri Budaya. Kali ini, karena lokasinya di dalam komplek Keraton Yogyakarta, tepatnya di Ndalem Yudhonegaran.

Liputan6.com, Jakarta - Daulat Budaya Nusantara bersama Lesbumi NU menggelar Kenduri Budaya yang ke-31 dari rangkaian 99 lokasi Kenduri Budaya. Kali ini, karena lokasinya di dalam komplek Keraton Yogyakarta, tepatnya di Ndalem Yudhonegaran.

“Kenduri Budaya digelar dalam bentuk Ruwatan Negeri, konsepnya berbeda dari Kenduri Budaya sebelumnya yang digelar dengan agenda Umbul Donga, Sarasehan Budaya dan Pertunjukan Seni,” kata Bendara Raden Mas Sulaksamana melalui siaran pers diterima, Rabu (8/5/2024).

Adik dari Sultan HB X mengatakan, kegiatan serupa pernah dilakukan disini (Ndalem Yudhonegaran) sekitar 26 tahun yang lalu. Dia pun bersyukur kegiatan tersebut bisa kembali terselenggara bersama Daulat Budaya Nusantara dan Lesbumi NU.

“Kita hanya melaksanakan suatu cara untuk supaya semoga dengan kehidupan dan penghidupan bernegara dan berbangsa ini, bisa semakin baik dan semakin amanah,” ungkap pria yang juga dikenal dengan panggilan Gusti Bendara Pangeran Harya Yudhaningrat (GBPH) Yudhaningrat.

"GBPH Yudhaningrat percaya, perlunya hidup dengan kegotong royongan dalam bernegara dan berbangsa. Tujuannya agar negeri yang baldatun toyibatun wa robbun ghofur,” kata dia.

Senada dengan itu, Teguh Haryono selaku Pakar Pertahanan Budaya dalam sambutannya di acar tersebut mengatakan, perjalanan Daulat Budaya Nusantara (DBN) selama ini telah mengkristal ke dalam sebuah platform agar mudah dikenali oleh generasi muda, terutama generasi milenial dan gen Z.

“DBN mengerucutkannya menjadi Platform Kebudayaan Nusantara. Saya yakin dan kita semua yakin, bahwa kita memang perlu ketahanan energi, kita perlu ketahanan pangan, kita perlu ketahanan kesehatan, tapi yang paling penting adalah ketahanan budaya,” terang Teguh.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Penutupan

Dalam kesempatan yang saama, Ruwatan Negeri yang digelar di Yogyakarta juga sebagai acara penutupan dari rangkaian Rakornas ke-6 Lesbumi PBNU yang di laksanakan sejak tanggal 5 Mei 2024 di Pondok Pemuda Ambarbinangun.

Rakornas Lesbumi ini merumuskan peta jalan dan tujuan terjauh dari kebudayaan nusantara warisan para leluhur yang menempatkan etika sebagai prinsip berkebudayaan.

“Karena etika itu bagian daripada budaya dan Lesbumi itu, hampir paling bisa mencakup seluruh lembaha yang ada di PBNU itu ya Lesbumi. Mau masuk dimanapun itu Lesbumi oke” terang Muhammad Hilal Al-Aidid selaku Wakil Ketua PBNU dalam Seminar Kebudayaan di Rakornas ke-6 Lesbumi NU.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.