Tarif Angkot Tak Turun, Ahok Perkuat Jaringan Transjakarta

Ahok menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta mau mendorong masyarakat bisa lebih nyaman menggunakan Transjakarta.

Diterbitkan 05 Januari 2015, 16:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tarif angkutan perkotaan (angkot) tidak turun, meski harga premium telah turun. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menuturkan langkah yang diambil adalah menguatkan Transjakarta.

"‎Mereka juga nggak mau turunin, makanya kita mau perkuat jaringan Transjakarta. Kita ingin e-ticketing bayar bulanan atau harian jadi diskonnya ada di situ," kata Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin (5/1/2015).

Ahok menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mau mendorong masyarakat bisa lebih nyaman menggunakan busway. ‎Selain itu, ia menginginkan agar angkutan umum nantinya berada di bawah PT Transjakarta.

"Nanti kan kita mau paksa semua kendaraan di bawah Transjakarta. Kita bayar rupiah per kilometer. Angkot-angkot lewat jalur inspeksi saja," ujar mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Awal tahun ini, pemerintah memutuskan menetapkan harga baru untuk bahan bakar minyak jenis premium, solar, dan minyak tanah.

Harga premium dipatok turun dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600. Harga solar turun dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.250. Namun penurunan harga premium tak membuat tarif angkot atau angkutan umum ikut turun. (Ans)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Transjakarta adalah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Ja
    Transjakarta
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, politikus yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta
    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, politikus yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta
    Ahok
  • tarif angkot