Sukses

Aktivitas di Kantor Pemkab Bogor Normal, Rumah Bupati Sepi

Liputan6.com, Bogor - Setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Bogor Rachmat Yasin, aktivitas di Kantor Bupati Bogor di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat, masih terlihat normal. Wakil Bupati Bogor, Nurhayanti menegaskan jika pelayanan di lingkungan Pemkab Bogor tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Seluruh pelayanan publik dan agenda kerja yang berjalan setiap hari tetap dilakukan. Ia juga menyatakan belum ada pendelegasian tugas dari Bupati Rachmat Yasin.

"Untuk alih tugas ada mekanisme yah, ada peraturan yang mengatur itu semua. Saya bekerja sesuai dengan undang-undang. Kita lihat saja nanti, status beliau sendiri kan masih belum jelas. Kita tunggu sambil menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah," katanya di Kantor Bupati Bogor, Cibinong, Kamis (8/5/2014).

Nurhayanti juga menuturkan, pihaknya dalam waktu dekat mungkin akan mengunjungi Rachmat Yasin di Gedung KPK.

Sementara itu, pantauan di Kantor Bupati Bogor, terlihat 2 ruangan yang disegel KPK. Ruangan Bupati Bogor dan ruangan ajudan. Selain itu beberapa ruangan di Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan juga disegel KPK.

Sementara itu, kediaman pribadi Rachmat Yasin di Jalan Wijaya Kusuma Raya Nomor 103, Perumahan Yasmin Sektor 2, Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, usai penangkapan kemarin kondisinya terpantau sepi dan tertutup.

Rumah RY Sepi

Pantauan Liputan6.com di lokasi, beberapa sepeda motor masih terparkir di halaman rumah berlantai 2 tersebut. Terlihat sesekali penjaga rumah keluar dari pintu lalu masuk kembali ke dalam rumah.

Kesibukan malah terlihat di depan rumah di mana beberapa pekerja sedang menambal jalan yang rusak. Petugas keamanan perumahan juga masih berjaga di pos depan rumah Rachmat Yasin.

"Saya nggak tahu ada apa, baru datang hari ini," jelas seorang anggota Satpol PP Kabupaten Bogor, Taufik yang bertugas menjaga rumah tersebut.

Menurut Taufik, kondisi di dalam rumah tak ada orang, termasuk anggota keluarga Rahmat Yasin yang menempati rumah tersebut. "Cuma ada yang mengurus rumah 1 orang, soalnya di sini jarang ditempatin," ungkapnya.

Ia juga mengatakan rumah tersebut memang selalu dijaga anggota Satpol PP secara bergantian.

Rachmat Yasin ditangkap malam tadi oleh penyidik KPK. Selain Rahmat Yasin, KPK juga menangkap Francis Xaverius Yohan, pihak swasta dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Muhammad Zairin. Penangkapan 2 pejabat daerah itu terkait adanya dugaan suap alih fungsi lahan rancangan umum tata ruang (RUTR) di Sentul, Bogor, Jawa Barat. (Mut)