Dua Korban Ledakan Santa Anna Harus Diamputasi

Bernadus, 22 tahun, dan Jesika, 14 tahun, korban ledakan di Gereja Santa Anna, Jakarta Timur, harus diamputasi. Keduanya membutuhkan kaki palsu.

Diterbitkan 24 Juli 2001, 23:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Dua korban ledakan di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur dua hari silam, harus menjalani amputasi kaki. [Baca: Dua Gereja di Jakarta Dibom]. Bernadus, 22 tahun, dan Jesika, 14 tahun, berharap ada yang mau membelikan kaki palsu buat mereka.

Bernadus dan Jesika harus menjalani amputasi kaki. Karena tulang yang menyangga kaki mereka hancur akibat ledakan. Bernadus harus diamputasi pada pangkal kaki. Sedangkan Jesika diamputasi pada lututnya. Menghadapi musibah ini, Bernadus hanya pasrah dan berharap ada pihak yang mau membelikan kaki palsu. Sebab, kaki palsu sangat penting untuk pekerjaannya sebagai satuan pengaman di sebuah sekolah.

Hingga kini, 17 korban peledakan di Gereja Santa Anna masih dirawat di Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta Pusat. Sebelumnya, rumah sakit ini menampung 37 korban. Sebagian besar korban menderita patah tulang kaki. Sementara itu, korban-korban lain menderita gangguan pendengaran dan luka bakar.(TNA/Mira Permatasari dan Hendro Wahyudi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6