Museum Adam Malik Tinggal Kenangan

Nama Adam Malik diabadikan sebagai nama museum. Tapi sebagaimana nasib museum lain yang didirikan oleh para tokoh nasional, Museum Adam Malik tak mampu bertahan menanggung tingginya biaya perawatan.

Diterbitkan 06 September 2008, 06:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Museum Adam Malik, mengenang mantan Wapres, kini rapuh dan tak terawat.
  • Keluarga tak sanggup merawat 5.000 koleksi sejak 2000.
  • Tawaran ke pemerintah ditolak, keluarga berharap museum dibuka kembali.

Liputan6.com, Jakarta: Nama Adam Malik lekat dengan sejarah negeri ini. Untuk mengenang mantan Wakil Presiden ini, nama Adam Malik diabadikan sebagai museum. Tapi sayang kini museum Adam Malik yang terletak di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat ini kini hanya tinggal bangunan tua yang rapuh.

Pada 1986, sepeninggal Adam Malik, Nelly Malik sang istri berinsiatif membuka museum. Tapi sejak 2000, seperti dituturkan Reni Ilham Adam Malik, salah satu menantu Adam Malik yang juga termasuk pewaris barang-barang koleksi museum, pihak keluarga sudah tidak sanggup lagi merawat 5.000 koleksi milik almarhum mertuanya.

Keluarga Adam Malik sempat menawarkan koleksinya ke pemerintah, namun tidak mendapat respons yang positif. Akhirnya keluarga hanya bisa berharap suatu saat nanti Museum Adam Malik bisa dibuka kembali.

Bagi Reni, Adam Malik merupakan kolektor sejati. Sayang tak ada lagi masyarakat yang bisa mengenangnya kembali lewat koleksinya di Museum Adam Malik.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6