Korban Lumpur Lapindo Dipaksa Menjadi Pelacur

Bunga dijual oleh pamanya kepada mucikari seharga Rp 10 juta untuk menjadi pelacur di Pontianak, Kalbar. Aparat Polda Jatim hingga kini terus mengusut kasus perdagangan wanita itu.

Diterbitkan 12 September 2007, 07:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Surabaya: Bunga, sebut saja demikian, korban trafficking atau perdagangan wanita, Selasa (11/9), didampingi beberapa orang dari Ikatan Aktifitas Peduli Perempuan dan Anak Pontianak, Kalimantan Barat, mendatangi Pusat Pelayanan Terpadu Jawa Timur. Bunga merupakan anak yatim dari salah satu keluarga korban luapan lumpur Lapindo di daerah Kedung Bendo, Tanggulangin, Sidoarjo.

Kasus yang menimpa Bunga berawal ketika dia dijanjikan pekerjaan oleh pamannya. Namun, sang paman justru menjual keponakannya itu kepada mucikari seharga Rp 10 juta. Selama disekap, Bunga sempat disiksa.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jatim Komisaris Besar Polisi Puji Astutik menyatakan, pihaknya terus mengusut kasus perdagangan wanita ini, termasuk menggali silsilah keluarga Bunga. Puji juga mengatakan, aparatnya juga mengejar paman Bunga yang telah menjual serta menjerumuskan keponakannya ke lembah hitam.(BOG/Benny CH dan Hendro Wahyudi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6