Puluhan Korban Lumpur Lapindo Masih Bertahan

Mereka akan masih bertahan di Jakarta sampai tuntutan pembayaran ganti rugi tunai sebesar 100 persen dikabulkan. Di Sidoarjo, Jatim, untuk mendapatkan ganti rugi, para korban harus menempuh prosedur berliku.

Diterbitkan 05 Juli 2007, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Sekitar 50 warga korban lumpu Lapindo asal Desa Reno Kenongo, Sidoarjo, Jawa Timur, hingga Rabu (4/7) malam, masih bertahan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Mereka akan tetap bertahan sampai tuntutan pembayaran ganti rugi tunai sebesar 100 persen dikabulkan.

Di Sidoarjo, para korban luapan lumpur Lapindo terus mengurus berkas ganti rugi. Salah satunya adalah Kusnandar. Warga perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) I ini harus membawa segepok berkas agar ganti rugi rumah bisa segera dicairkan.

Kendati berkas yang dibawa dari kelurahan serta kecamatan sudah lengkap, bukan berarti selesai sampai di sini. Ada beberapa meja yang masih harus dilalui, belum lagi warga harus bolak-balik. Sebab, terkadang petugas tim verifikasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo mempertanyakan kelengkapan dokumen.

Dari sekitar 705 berkas yang ditangani tim verifikasi BPLS, awal Juni silam, baru 43 berkas milik 30 warga yang dinyatakan lolos. Adapun realisasi persetujuan pembayaran uang muka 20 persen ganti rugi sudah dilaksanakan di Kantor PT Minarak di Sidoarjo. Total dana yang dikucurkan sekitar Rp 1,9 miliar [baca: Warga Tak Datang untuk Pembayaran Ganti Rugi].(BOG/Satya Pandia dan Eko Yudho)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6