Kendati demikian di Jakarta tidak sedikit bisa ditemukan komunitas penggemar wine. Di antara sesama anggota komunitas mereka saling berbagi pengalaman serta pengetahuan tentang wine. Selain itu, melalui komunitas ini pula anggota mereka terus bertambah melalui kabar dari mulut ke mulut.
Salah seorang penggemar wine, Miranda, menuturkan mengenal wine sudah cukup lama. Berawal dari diberitahu teman serta relasinya yang kebanyakan orang asing, Miranda mulai mencoba-coba. Namun ketika itu wanita ini sama sekali tidak bisa menikmati wine. "Ketika diberi wine saya hanya termenung karena rasanya pahit begitu," cerita Miranda.
Pengalaman itu ternyata tidak membuatnya jera. Miranda kemudian mengikuti kelas wine yang memberinya pengetahuan tentang perbedaan antara satu wine dengan yang lain, khususnya tentang rasa setiap jenis wine. "Saya kemudian mulai tahu bagaimana cara menikmati minuman ini," ujarnya lagi.
Advertisement
Dengan mengikuti kelas tersebut Miranda juga tahu bahwa untuk minum wine tidak selalu harus yang mahal karena setiap wine ada kelasnya. Dia kemudian juga menjadi paham bagaimana memilih wine yang bagus dengan harga murah.
Penggemar wine lainnya, Sandra, mengaku meminum wine untuk mendukung pergaulannya sehari-hari. Karena sering bertemu orang asing, tak jarang dia diberi hadiah berupa wine. Mau tak mau Sandra akhirnya berusaha mempelajari jenis-jenis wine serta rasanya. Sedangkan untuk keseharian, dia mengaku hanya meminum wine satu gelas. "Saya hanya minum wine yang berkadar alkohol rendah," jelasnya.
Seorang pakar wine, Yohan Handoyo, mengakui adanya beberapa mitos yang salah di kalangan masyarakat yang tidak begitu paham tentang minuman ini. Misalnya mitos bahwa wine itu makin mahal akan makin enak atau wine yang makin tua makin enak dicicipi. Begitu juga dengan mitos bahwa wine bagus bagi kesehatan jantung yang ada benarnya dan ada salahnya juga.
Yohan kemudian membagi pengetahun yang dimilikinya di kelas-kelas wine serta beberapa klub supaya konsumen tidak terjerumus pada kesimpulan yang salah. "Misalnya seorang penggemar wine yang membeli wine dengan harga mahal, padahal belum tentu rasanya cocok dengan selera dia," jelasnya.
Berbicara soal mahal, Yohan menyebutkan bahwa salah satu wine yang dikenal paling mahal di dunia saat ini adalah <i>red wine</i> asal Bordeaux, Prancis, dengan tahun produksi 1982. Untuk satu botolnya dijual dengan harga Rp 48 juta. "Harga mahal karena tahun 1982 itu hasil panennya bagus yang juga didukung oleh iklim yang baik," cerita Yohan.
Tak jauh berbeda dengan cerita penggemar wine lainnya, Yohan mengaku kalau awalnya pihak keluarga memandang minuman beralkohol termasuk wine akan membawa orang pada kebiasaan bermabuk-mabukan. Tapi dia kemudian membuktikan bahwa wine itu minuman yang bukan dipakai untuk mabuk-mabukan. Yohan sendiri mengaku cukup sering minum wine, tapi tidak untuk mabuk-mabukan. "Karena kalau sudah mabuk kita tidak akan bisa lagi menikmatinya, jadi sangat disayangkan kalau itu terjadi," jelasnya.(ADO)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/465926/original/230906ahobi.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)