Kasus pembunuhan Naek Gonggom yang bermotif pemerasan terungkap dua pekan setelah kejadian. Aparat Kepolisian Resor Metro Jakut membekuk empat tersangka di tempat berbeda. "Mereka ditangkap di Tangerang dan Jatinegara," ungkap Kepala Polres Metro Jakut Komisaris Besar Musyafak di Jakarta, baru-baru ini. Berita penangkapan Lidya yang namanya belum begitu moncer langsung menyedot perhatian publik. Apalagi media infotainment terus-menerus memberitakan gadis cantik berusia 19 tahun itu.
Lidya yang kini ditahan di Mapolres Jakut dalam beberapa kesempatan terus menyangkal terlibat. Lidya bahkan merasa dijebak keluarganya untuk membawa Naek ke Ancol. "Memang, saya bertemu dengan korban pada hari itu. Tapi, saya tidak terlibat pembunuhan terhadapnya," kata figuran sinetron Ande Ande Lumut itu, kepada wartawan. Walau begitu, proses hukum tetap berlanjut. Beberapa kontrak sinetron yang ditandatangani Lidya sebelum kejadian untuk sementara ditunda.
Sutradara Noto Bagaskoro mengaku terkejut Lidya bisa terlibat pembunuhan. "Hampir enggak percaya," kata Noto. Vince kepada Noto pernah mengakui semua kebutuhan keluarga Lidya yang menanggung. "Kakaknya sakit, ibunya tidak punya penghasilan tetap," papar Noto. Geovani, rekan sesama pemain sinetron juga menyangsikan Lidya berani merencanakan sebuah pembunuhan. "Dia [Lidya] biasa-biasa saja, suka ketawa-ketawa nyenengin," ujar Geovani.
Advertisement
Tragedi pembunuhan Naek Gonggom bermula dari keinginan Tony untuk dikenalkan dengan seseorang yang bisa dipinjami uang, karena ia sedang terjerat utang. Vince lantas berniat mengenalkan Naek kepada Tony melalui Lidya. "Naek itu baik sama saya. Dia seneng bergaul sama Lidya sama saya," ungkap Vince yang mengaku kenal Naek dari Irene, teman satu profesi Lidya. Gayung bersambut Lidya bersedia membantu. "Enggak menyuruh meminjam langsung. Saya bilang ada teman yang baik dan orangnya enggak ember [buka rahasia] untuk urusan minjem uang," jelas wanita berambut sepundak itu.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakut Komisaris Polisi Andry Wibowo, para tersangka kemudian merancang strategi di Tangerang. "Setelah itu yang jadi umpan, Lidya," kata Andry. Lidya mengajak Naek ke kamar yang sudah dipesan Vince, Tony, dan Ade Sukardi. Belakangan terungkap kamar dipesan tersangka menggunakan identitas palsu. Begitu masuk ke ruangan cottage, lanjut Andry, Ade langsung menelikung tangan Naek disusul Tony yang menodongkan pisau menyuruh korban diam.
Dalam keadaan tangan kaki terikat tali nilon dan kabel, tubuh Naek ditelungkupkan di kasur. Tony mengambil kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan memaksa korban menyebut personal identification number (PIN). Selanjutnya Tony pura-pura membentak Lidya sambil menarik wanita itu ke luar cottage. "Setelah itu, timbul niat Tony untuk membunuh karena takut keartisan Lidya tercemar," jelas Andry. Tony secara keji dua kali menusuk bagian belakang kepala Naek. Korban meronta-ronta, tapi tak berkutik lagi karena terus dipegangi Ade. "Lehernya kemudian dijerat dengan kabel sampai korban mati lemas," lanjut Andry. Setelah Naek tewas, para pembunuh menguras uang korban senilai Rp 20 juta. Sementara Ade mengaku diberi jatah Rp 2 juta.
Kematian Naek membuat keluarga Hutagalung sedih. Ibunda Naek, Hotmana berulang kali pingsan saat peti jenazah disemayamkan di Jalan Tebet Timur Dalam Nomor 49, Jaksel dua hari setelah kasus itu terbongkar. Kini hampir satu pekan lebih, para pembunuh tertangkap, Hotmana mengaku belum bisa memaafkan keluarga Lidya. "Pedih hati saya. Enggak pantas dia [Naek] diperlakukan seperti itu," kata wanita itu. Namun, Hotmana mengaku tidak tahu sejauh mana hubungan tersangka dengan Naek. Ida, kakak Naek, juga tidak menyangka para pelaku adalah keluarga Lidya. "Otaknya semua itu Lidya," kata Ida, geram.
Rumah Lidya di Jalan Kereta Kencana III Blok A/3 Nomor 5, Kompleks Kencana Loka, Sektor XII Bumi Serpong Damai, Tangerang kini hanya dihuni seorang kakak tersangka. Dia menolak memberi komentar soal kejadian yang menimpa keluarganya. Rumah Tony yang terletak seratus meter dari kediaman Lidya juga terlihat sepi. Istri Tony dikabarkan menutup diri karena shock.
Ancaman pidana bagi Lidya dan tiga tersangka, menurut Andry, cukup berat. Para tersangka dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 380 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 365 ayat 1 terkait Pencurian dengan Kekerasan. "Ancaman hukumannya mati," tegas Andry.(KEN/Anastasya Putri, Anto Susanto, dan Dwi Nindyas)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5390489/original/006123400_1761278823-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__96_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289169/original/028294300_1783394455-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-07T102043.787.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/459642/original/230506dderap.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)