Sukses

Korban Kecelakaan di Kalibata Belum Menerima Santunan

Liputan6.com, Jakarta: Keluarga korban meninggal tabrakan Kereta Rangkaian Listrik Pakuan Ekspres dan metromini di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, kemarin, belum menerima santunan. Mereka juga menyesalkan atas sikap dari PT Kereta Api Indonesia dan perusahaan metromini. "Sampai detik ini, sampai mayat ini dikuburkan, belum ada dari pihak mana pun yang mengungkapkan [belasungkawa]," kata Nelly, kakak korban Sri Wahyuni di Jakarta, Rabu (19/4).

Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta Ahmad Sujadi mengatakan, pihaknya akan bertanggung jawab atas insiden kecelakaan tersebut. Pihak PT KAI juga akan memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta bagi setiap keluarga korban yang meninggal [baca: Lokasi Kecelakaan Kereta di Kalibata Ramai Dikunjungi Warga].

Sehari setelah tragedi tabrakan yang menewaskan enam orang, para pengguna jalan di perlintasan kereta tersebut mulai teratur. Kendati demikian, beberapa angkutan kota dan kendaraan roda dua masih tetap nekat menerobos. Padahal palang sudah diturunkan dan peringatan datangnya kereta dibunyikan.

Sebenarnya, tak sedikit penumpang metromini maupun mikrolet memperingatkan para sopir untuk tak menerobos saat palang diturunkan. Namun, imbauan itu sering tak diindahkan dengan alasan mengejar setoran.

Syahrial, penjaga pintu kereta di dekat Stasiun Duren Kalibata mengatakan, jalur KRL Jakarta-Bogor memang sangat padat. Lelaki yang telah bertugas selama 30 tahun ini menambahkan, sejak pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB, kurang lebih 100 kali kereta lalu lalang. Syahrial juga berharap, dengan adanya insiden itu para pengguna jalan di perlintasan kereta jera dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas.(DNP/Vivi Waluyo)

    Loading