Puluhan Aktivis Menentang Eksekusi Terhadap Tibo Cs

Puluhan aktivis dari Kontras, Imparsial, dan Elsam menolak eksekusi hukuman mati terhadap tiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso. Namun, kejaksaan agung tetap akan mengeksekusi Tibo cs akhir Maret ini.

Diterbitkan 25 Maret 2006, 19:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Puluhan aktivis dari Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3). Demonstrasi ini juga didukung Lembaga Pembela Hak Asasi Manusia (Imparsial) dan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam). Mereka menolak eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus kerusuhan Poso Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu.

Para aktivis khawatir, para penegak hukum telah salah menangkap orang. Mereka bahkan menilai, putusan hakim terhadap Tibo cs dinilai dipaksakan dan tidak hati-hati. Menurut mereka, putusan hukuman mati ini justru bisa memancing sentimen etnis dan agama, terutama bagi masyarakat Poso.

Di Palu, Sulawesi Tengah, Jaksa Agung Abdulrahman Saleh menegaskan, pelaksanaan eksekusi mati terhadap Tibo dan dua temannya tetap akan dilaksanakan pada akhir Maret ini. Menurut Abdulrahman, upaya hukum ketiga terpidana melalui peninjauan kembali untuk kedua kalinya tidak ada pengaruhnya terhadap pelaksanaan eksekusi. "Tak ada kebijaksanaan lain. Sebagai eksekutor harus melaksanakan ini," kata dia [baca: Keluarga Tibo Berharap MA Mengabulkan PK].

Dominggus, Marinus dan Tibo dipidana hukuman mati atas tuduhan mendalangi kerusuhan Poso, sekitar pertengahan 2000. Ketiganya sempat mengajukan grasi kepada Presiden Megawati Sukarnoputri, namun ditolak. Sebelum dieksekusi mati, rencananya ketiganya kembali mengajukan grasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sebelumnya menolaknya [baca: Presiden Menolak Grasi Tiga Perusuh Poso].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6