Liputan6.com, Palu: Eksekusi hukuman mati terhadap Fabianus Tibo, Dominggus Da Silva dan Marinus Riwu tinggal menghitung hari. Kendati begitu, upaya pembelaan terhadap terpidana mati kasus kerusuhan di Poso, Sulawesi Tengah, ini masih tetap berjalan. Keluarga Tibo, misalnya. Mereka berharap Mahkamah Agung mengabulkan peninjauan kembali yang mereka ajukan untuk kedua kalinya. Ini diungkapkan Albert alias Obet, salah seorang putra Tibo saat mengunjungi ayahnya Lembaga Pemasyarakatan Palu, Kamis (9/3).
Putra sulung Tibo ini meyakini jika ayahnya dan dua terpidana lainnya tak bersalah. Menurut Obet, Tibo cs hanya menjadi korban atau tumbal dalam kasus kerusuhan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pada tahun 2000.
Tibo dan dua rekannya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Palu, April 2001. Ketiganya dianggap bertanggung jawab atasnya tewasnya ratusan warga Poso dalam konflik SARA tersebut. Putusan PN Palu ini kemudian dikuatkan oleh MA pada 11 Oktober 2001 yang menolak pengajuan peninjauan kembali pertama oleh ketiga terpidana. Bahkan permohonan grasi mereka ditolak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [baca: Tibo Cs Segera Dieksekusi].(IAN/Syamsuddin)
Putra sulung Tibo ini meyakini jika ayahnya dan dua terpidana lainnya tak bersalah. Menurut Obet, Tibo cs hanya menjadi korban atau tumbal dalam kasus kerusuhan bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pada tahun 2000.
Tibo dan dua rekannya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Palu, April 2001. Ketiganya dianggap bertanggung jawab atasnya tewasnya ratusan warga Poso dalam konflik SARA tersebut. Putusan PN Palu ini kemudian dikuatkan oleh MA pada 11 Oktober 2001 yang menolak pengajuan peninjauan kembali pertama oleh ketiga terpidana. Bahkan permohonan grasi mereka ditolak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono [baca: Tibo Cs Segera Dieksekusi].(IAN/Syamsuddin)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8267016/original/061315600_1782115624-Wayan_Koster_-_Cek_Fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280875/original/081904900_1752290852-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366610/original/070754600_1791272536-cek_fakta_wayan_koster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497006/original/077149700_1770612558-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T114656.423.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/455333/original/090306beksekusiposo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)