Persawahan yang masih terendam terdapat di Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo dengan luas mencapai 30 hektare. Para petani hingga saat ini belum bisa turun ke sawah. Bila air tak segera surut, tanaman padi dikhawatirkan rusak. Gagal panen pun mengancam.
Surutnya banjir dimanfaatkan warga untuk membersihkan rumah dan berbagai perabot yang sempat terendam. Meski demikian, warga mengaku belum sepenuhnya tenang karena khawatir banjir datang lagi jika hujan deras kembali mengguyur.
Banjir yang melanda Kecamatan Koto Tangah selama tiga hari terakhir merendam sedikitnya 855 rumah dan 100 hektare sawah. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah [baca: Kota Padang Direndam Banjir].(TOZ/Denni Risman dan Arset Kusnadi)
Advertisement
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508305/original/058280500_1626082223-Oksigen1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/456296/original/250306cbanjir.jpg)