Liputan6.com, Padang: Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatra Barat, sejak dua hari terakhir membuat sejumlah wilayah terendam banjir, Kamis (23/3). Di kawasan Lubuk Buayo, Koto Tangah misalnya, ketinggian air di permukiman warga sempat mencapai dua meter setelah Sungai Batang Air Dingin meluap. Akibatnya ratusan warga terkurung dan tidak bisa keluar rumah. Puluhan petugas dari Satuan Koordinator Penanggulangan Bencana Alam, polisi, dan tentara terpaksa mengevakuasi warga ke sekolah-sekolah dan tempat yang lebih tinggi.
Kawasan ini memang sudah menjadi langganan banjir dalam lima tahun terakhir. Namun, hingga kini, belum ada langkah pencegahan dari Pemerintah Kota Padang.
Selain di Lubuk Buayo, kawasan terparah lain adalah jalan raya di Simpang Kalumpang. Di kawasan ini ketinggian air mencapai satu meter sehingga kendaraan tidak bisa lewat.
Sementara di Bantul, Yogyakarta, hujan deras yang berlangsung dalam dua hari terakhir menyebabkan tanah di perbukitan Imogiri longsor. Dua rumah warga rusak berat dan belasan lain terancam roboh. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
Sedangkan di Kampung Salembaran, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, puluhan rumah juga rusak parah disapu angin puting beliung. Bahkan, sejumlah rumah nyaris tanpa atap karena terpaan angin yang cukup kencang. Datangnya musibah ini tidak diduga warga. Mereka hanya mendengar bunyi agak keras di antara suara hujan. Ternyata bunyi itu berasal dari suara genteng yang beterbangan dibawa angin.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Kawasan ini memang sudah menjadi langganan banjir dalam lima tahun terakhir. Namun, hingga kini, belum ada langkah pencegahan dari Pemerintah Kota Padang.
Selain di Lubuk Buayo, kawasan terparah lain adalah jalan raya di Simpang Kalumpang. Di kawasan ini ketinggian air mencapai satu meter sehingga kendaraan tidak bisa lewat.
Sementara di Bantul, Yogyakarta, hujan deras yang berlangsung dalam dua hari terakhir menyebabkan tanah di perbukitan Imogiri longsor. Dua rumah warga rusak berat dan belasan lain terancam roboh. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
Sedangkan di Kampung Salembaran, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, puluhan rumah juga rusak parah disapu angin puting beliung. Bahkan, sejumlah rumah nyaris tanpa atap karena terpaan angin yang cukup kencang. Datangnya musibah ini tidak diduga warga. Mereka hanya mendengar bunyi agak keras di antara suara hujan. Ternyata bunyi itu berasal dari suara genteng yang beterbangan dibawa angin.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4842263/original/039942900_1716616217-Gorengan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305541/original/012313500_1784796799-Screenshot_2026-07-23_151441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/456180/original/230206dbanjir2.jpg)