Elpiji Mulai Sulit Didapat

Produksi kilang elpiji milik Pertamina di Balongan turun setengah dari biasanya 125 ribu per barel karena sedang dalam perbaikan. Pedagang mulai kesulitan memperoleh elpiji walau Pertamina menjamin stok.

Diterbitkan 27 Februari 2006, 09:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Kilang elpiji milik Pertamina di Balongan, Jawa Barat, menurunkan produksi. Kalau biasanya mampu memproduksi 125 ribu per barel, kini hanya menghasilkan setengahnya. Sejak 15 Februari lalu, kilang ini dalam proses perbaikan selama 20 hari. Staf humas Pertamina mengatakan perbaikan itu merupakan hal rutin.

Pertamina juga terpaksa mengimpor sebanyak 90 ribu metrik ton elpiji dari Singapura. Pasalnya, kilang lain di Tanah Air tidak memiliki pasokan berlebih. Meski Pertamina berjanji stok elpiji tidak akan berkurang, tapi para agen di Jakarta mengaku mulai kesulitan memperolehnya. Mutiono, pedagang elpiji, mengaku pasokan kini hanya terjadi dua hari sekali.

Ahli perminyakan Ramses Hutapea berpendapat impor elpiji mestinya tidak perlu dilakukan jika pemerintah memiliki kebijakan energi yang strategis. Ramses juga mendesak DPR segera menerbitkan Undang-Undang Energi supaya tidak lagi terjadi masalah seperti saat ini.(MAK/Dewi Puspita dan Muhammad Iqbal)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6