Ratusan Warga Sambelia Belum Bisa Dievakuasi

Hingga kini sekitar 2.300 warga telah mengungsi di enam posko di Sambelia, Lombok Timur, NTB. Namun, sebanyak 200 warga dari empat desa masih terjebak banjir dan belum bisa dievakuasi karena cuaca buruk.

Diterbitkan 23 Januari 2006, 09:41 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Lombok Timur: Sebanyak 200 warga korban banjir di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusatenggara Barat, masih terjebak dan belum dapat dievakuasi. Proses evakuasi para warga mengalami kesulitan akibat hujan yang masih turun dan banjir bandang yang masih mengalir di Sungai Pasiran. Sementara saat ini sekitar 2.300 warga telah mengungsi di enam posko banjir di kecamatan setempat. Demikian pantauan SCTV di Kecamatan Sambelia, Senin (23/1) pagi.

Selain cuaca buruk, kesulitan proses evakuasi warga juga disebabkan minimnya peralatan yang dimiliki tim search and rescue (SAR). Sementara itu, kondisi para korban banjir sangat memprihatinkan dan kekurangan makanan [baca: Ribuan Warga Kecamatan Sambelia Pasrah].

Banjir bandang yang menghantam Desa Belanting, Sambelia, Sandongan, dan Koko Negelan ini juga telah menghancurkan ratusan rumah. Hingga Ahad malam tercatat dua warga tewas. Menurut personel tim SAR, korban jiwa dimungkinan lebih dari dua. Sebab, enam warga belum dapat ditemukan hingga saat ini.

Di tempat berbeda, banjir juga merendam ratusan rumah di bantaran Sungai Brang Bara, Sumbawa Besar, NTB. Bahkan, sebagian di antaranya hanyut terseret derasnya arus sungai yang membelah Kota Sumbawa Besar itu. Dua warga setempat diketahui meninggal akibat terseret arus air.

Banjir ini diakibatkan hujan yang turun terus menerus sejak Jumat petang di Sumbawa Besar. Sementara musibah ini datang secara tiba-tiba dan terjadi dalam dua kali, yakni sekitar Sabtu pukul 03.30 WITA dan pukul 12.00 WITA.

Saat banjir pertama, air hanya menggenangi rumah warga hingga ketinggian satu meter. Namun ketika banjir kedua datang air langsung menghantam dan menghanyutkan sedikitnya 40 rumah warga dan merusakan 90 rumah di sepanjang bantaran sungai Brang Bara.

Sekitar empat ratus hektare sawah di Noelmina, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusatenggara Timur, juga terkena banjir bandang. Banjir ini memutuskan sebuah jembatan yang menghubungkan Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan.

Saat ini, warga setempat secara swadaya tengah membuka jalan darurat yang menghubungkan Desa Noelmina dengan Bena. Sejauh ini, Bupati Timor Tengah Selatan Daniel Banunaek sudah meninjau lokasi banjir. Namun, belum memberikan bantuan. Sedangkan warga Noelmina sangat berharap pemkab setempat segera bertindak untuk mengatasi kondisi ini mengingat masih terdapat ribuan hektare lahan persawahan warga di bantaran sungai yang terancam banjir susulan.

Sejumlah warga Gunggungan Lor, Pakuniran, Probolinggo, mengatakan hanya bisa pasrah atas banjir yang menerjang desa mereka. Namun, mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk meringankan beban warga.

Banjir bandang yang terjadi Sabtu malam silam ini meninggalkan trauma pada sebagian warga desa setempat. Kendati demikian, warga yang ditemui SCTV enggan mengungsi walau ancaman banjir susulan mungkin terjadi. Di lokasi banjir ini, sebanyak 161 kepala keluarga belum dapat dievakuasi lantaran air yang bercampur lumpur masih mengalir deras.

Di Serang, Banten, Unit Pelaksana Teknis Bendungan Pamarayan menetapkan status waspada banjir seiring dengan curah hujan tinggi dalam sepekan terakhir ini. Bendungan Pamarayan adalah muara Sungai Ciujung dan 50 anak sungai lainnya.

Sementara itu, apabila debit air di bendungan ini terus meningkat hingga melampaui batas toleransi maka banjir diperkirakan akan melanda wilayah Serang, Lebak, dan Cilegon. Hal ini membuat petugas pengawas bendungan tersebut harus memberlakukan sistem buka tutup pintu air untuk mengontrol ketinggian air dan menjaga debit air.

Hujan yang mengguyur Kota Jayapura, Papua, selama dua hari berturut-turut juga membuat sejumlah ruas jalan terendam air. Meski tak ada korban jiwa, namun aktivitas warga terganggu. Hal ini seperti yang terjadi pada ratusan siswa SMA Negeri 4 Jayapura yang terpaksa diliburkan oleh pihak sekolahnya.(ZIZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6