Pemerintah Menutup Jalur Distribusi Pupuk

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk di daerah sentra pertanian, pemerintah memutuskan untuk menutup jalur distribusi pupuk di pihak distributor dan pengecer. Pupuk dijual langsung ke petani dari pabrik.

Diterbitkan 21 Desember 2005, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk memotong dan menutup rantai distribusi pupuk agar penjualan pupuk dari pabrik dapat langsung ke petani. Keputusan ini diambil untuk mengatasi kelangkaan pupuk di berbagai daerah yang terungkap dalam rapat koordinasi antarinstansi di Jakarta, Selasa (20/12).

Menurut Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, keputusan ini disepakati berdasarkan pantauan dan kajian antardepartemen yang menyimpulkan kelangkaan pupuk meluas akibat permainan para distributor dan pengecer. Para distributor dan pengecer sengaja memanfaatkan musim tanam yang kebetulan serentak di seluruh daerah sentra pertanian.

Rakor juga memutuskan pemerintah menjamin tidak akan menaikkan harga eceran pupuk hingga 2006 karena subsidi pupuk akan ditingkatkan menjadi Rp 6 triliun. Sementara itu, kalangan produsen pupuk mengaku masih mempelajari pola distribusi baru itu. Sebab, kelangkaan yang terjadi bukan faktor produsen, tetapi lebih karena faktor pembelian petani secara besar-besaran.

Berdasarkan pantauan SCTV hingga dua pekan ini, kelangkaan pupuk di berbagai sentra pertanian semakin menjadi-jadi. Selain langka, harga pupuk kini terus merambat naik hingga Rp 600 menjadi Rp 1.600 per kilogram dari harga eceran yang ditetapkan sebesar Rp 1.050 per kilogram [baca: Harga Pupuk di Karawang Sudah Tak Normal].(ZIZ/Linda Putri Mada)       

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6