Liputan6.com, Jakarta : Di saat istri-istri prajurit Batalyon VII Brigade Infanteri III berpelukan melepas rindu dengan suami yang baru selesai bertugas dari Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Dewi Astuti justru hanya bisa memeluk baju suaminya yakni Prajurit Satu Rolli Fikrianda dengan berlinang air mata duka. Sang suami tercinta gugur saat bertugas [baca: Ratusan Prajurit Marinir Tiba di Jakarta].
Dalam acara penyambutan pulang itu diserahterimakan penghargaan kepada sejumlah anggota Marinir termasuk kepada mereka yang kehilangan anggota keluarganya. Termasuk kepada Dewi. Saat menerima penghargaan tersebut karena tak kuat menahan sedih, ia pun jatuh pingsan.
Sementara ini, Dewi tinggal di sebuah kamar kontrakan di permukiman padat di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Di kamar yang hanya berukuran 2 x 3 meter ini, dia tinggal bersama tiga orang anak perempuannya. Di mana salah satunya seorang bayi berusia lima bulan.
Sejak kepergian sang suami yang bertugas sejak Januari silam, ia mengaku beban hidupnya kini semakin berat. Selain harus membayar uang kontrakan sebesar Rp 135 ribu per bulan, Dewi juga harus membiayai sekolah putri sulungnya yang sekarang duduk di taman kanak-kanak.
Saat ini Dewi hanya mengandalkan santunan dan gaji yang diterima dari kesatuan almarhum suaminya hingga Januari 2006. Untuk memenuhi kehidupan selanjutnya, ia kini tengah berupaya mencari kerja dengan mengandalkan ijazah sekolah menengah pertama. Dewi bertekad untuk membesarkan anak-anaknya secara layak dan berharap agar pemerintah serius memperbaiki kesejahteraan prajurit dan keluarga seperti dirinya. "Saya tabah menerima ini. Saya harus tetap hidup untuk membesarkan anak-anak," tutur dia.(BOG/Zulkarnain dan Anto Susanto)
Dalam acara penyambutan pulang itu diserahterimakan penghargaan kepada sejumlah anggota Marinir termasuk kepada mereka yang kehilangan anggota keluarganya. Termasuk kepada Dewi. Saat menerima penghargaan tersebut karena tak kuat menahan sedih, ia pun jatuh pingsan.
Sementara ini, Dewi tinggal di sebuah kamar kontrakan di permukiman padat di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Di kamar yang hanya berukuran 2 x 3 meter ini, dia tinggal bersama tiga orang anak perempuannya. Di mana salah satunya seorang bayi berusia lima bulan.
Sejak kepergian sang suami yang bertugas sejak Januari silam, ia mengaku beban hidupnya kini semakin berat. Selain harus membayar uang kontrakan sebesar Rp 135 ribu per bulan, Dewi juga harus membiayai sekolah putri sulungnya yang sekarang duduk di taman kanak-kanak.
Saat ini Dewi hanya mengandalkan santunan dan gaji yang diterima dari kesatuan almarhum suaminya hingga Januari 2006. Untuk memenuhi kehidupan selanjutnya, ia kini tengah berupaya mencari kerja dengan mengandalkan ijazah sekolah menengah pertama. Dewi bertekad untuk membesarkan anak-anaknya secara layak dan berharap agar pemerintah serius memperbaiki kesejahteraan prajurit dan keluarga seperti dirinya. "Saya tabah menerima ini. Saya harus tetap hidup untuk membesarkan anak-anak," tutur dia.(BOG/Zulkarnain dan Anto Susanto)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/443676/original/130805cIstriPrajurit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260847/original/080495800_1781665547-063_2281975528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5626466/original/003931900_1778221281-ALJAZAIR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265428/original/072310000_1782111808-AP26172732756707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264294/original/025943800_1782105633-IMG-20260622-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)