Sukses

Kecelakaan Pesawat CN-235 Akibat Kerusakan Mesin

Liputan6.com, Lhokseumawe: Kecelakaan pesawat CN-235 yang menewaskan tiga perwira TNI Angkatan Darat untuk sementara terjadi karena kerusakan pada salah satu mesin pesawat. Demikian diungkapkan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam, Kamis (21/7).

Menurut Endiartono, kecelakaan pesawat terjadi sesaat sebelum mendarat di Bandar Udara Malikussaleh, Lhokseumawe. "Mesin tiba-tiba mati dan pesawat ini jatuh" kata Endiarto [baca: Pesawat CN-235 Tergelincir, Tiga Tentara Tewas].

Tiga perwira TNI yang meninggal dalam kecelakaan tersebut dievakuasi petang ini. Jenazah Letnal Kolonel Tugas Wignyo dan Mayor Taufan dibawa ke Jakarta. Sedangkan jasad Letkol Sultan Otteman III Mahmud Ma`amun Padrap Perkasa Alam (Sultan Deli XIII) diterbangkan ke Medan, Sumatra Utara. Demikian diungkapkan Komandan Satuan Tugas Informasi dan Komunikasi Komando Operasi Pemulihan Keamanan Letkol Ery Suwitiko.

Evakuasi para korban dilakukan dengan menggunakan tiga helikopter. Satu heli mengevakuasi korban luka dan dua heli lainnya membawa tiga korban yang meninggal. Dari 20 korban luka, tiga di antaranya dievakuasi ke Rumah Sakit Putri Hijau, Medan. Sementara korban luka lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Angkatan Darat Lhokseumawe.

Pesawat milik TNI Angkatan Udara juga diduga mengalami kecelakaan di Malang, Jawa Timur, pagi tadi. Menurut Komandan Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh Marsekal Pertama Yusan Sayuti, pesawat tempur jenis OV-10 Bronco lepas landas dari Lanud Abdurrahman Saleh sekitar pukul 05.10 WIB. Namun, pesawat yang sedianya ikut latihan penembakan dari udara ini kontak terakhir dengan pengawas dan pengendali pada pukul 05.13 WIB. Diduga, pesawat jatuh dari ketinggian 1.200 kaki di atas Desa Wajo.

Untuk mencari pesawat, TNI AU mengerahkan dua helikopter dan Skuadron Pasukan Khas AU 464 dibantu tim search and rescue dan kepolisian setempat. Beberapa lokasi yang menjadi area pencarian di antaranya kawasan Claket, Jabung, dan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)
    Loading