Sukses

Indikasi Korupsi Said Agil Dibeberkan

Liputan6.com, Jakarta: Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menemukan indikasi penyelewengan yang dilakukan mantan Menteri Agama Kiai Haji Said Agil Husin al Munawar. Itu dengan cara membuat pengeluaran fiktif, pengeluaran ganda, dan utang yang tak dikembalikan. Demikian diungkapkan Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Hendarman Supandji di Jakarta, Jumat (17/6) petang.

Uang yang diselewengkan berasal dari pos Dana Abadi Umat. Sebagai menteri agama, saat itu Said menjadi penanggung jawab Badan Pengelola Dana Abadi Umat. Dana tersebut seharusnya dialokasikan untuk kepentingan umat sesuai Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2001 tentang Badan Pengelola Dana Abadi Umat. Kini, Kejaksaan Agung dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan masih menghitung kerugian negara akibat penyelewengan Dana Abadi Umat sejak 2001 hingga 2005. Namun, diperkirakan nilainya sekitar Rp 700 miliar.

Kejagung juga masih menyelidiki Dana Abadi Umat periode 1993 hingga 2001 yang masuk ke rekening yang tidak semestinya. &quotTiga rekening. Dana Abadi Haji, Dana Kesejahteraan Karyawan, dan Dana Korpri (Korps Pegawai RI) yang kemarin itu kami minta diblokir," ungkap Hendarman Supandji. Indonesian Corruption Watch dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat juga pernah mengajukan kepada DPR daftar dugaan korupsi di Departemen Agama, antara lain penggelembungan ongkos naik haji. Namun, hingga kini, belum ada respons dari DPR dan pemerintah untuk mengungkap kasus itu.

Setelah dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi Dana Abadi Umat, Said Agil sulit ditemui. Bahkan, sekalipun datang di kediamannya di kawasan Ciputat, Tangerang, Banten, Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu tetap tak bisa ditemui. Pihak keluarga juga enggan memberitakan keberadaan Said. Hanya kuasa hukumnya, Ayu F. Sahab yang ada untuk memberi keterangan. Ayu mengatakan Said masih berada di Jakarta. Ia bahkan menjamin kliennya tidak akan melarikan diri.

Ayu mengaku Said telah menerima surat panggilan dari Markas Besar Polri untuk diperiksa sebagai tersangka. Menurut Ayu, Said berjanji akan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi dalam penyelenggaraan haji selama berada di Departemen Agama. Rencananya, Said akan diperiksa pada Selasa pekan depan [baca: Mantan Menteri Agama Dijadikan Tersangka Korupsi].

Hari ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mabes Polri memanggil mantan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama Taufik Kamil. Ia diduga telah melakukan penggelapan dana penyelenggaraan haji [baca: Mantan Dirjen Urusan Haji Menjadi Tersangka]. &quotPemeriksaan mengenai apa yang menjadi tanggung jawab dia," ungkap Direktur Tipikor Mabes Polri Brigadir Jenderal Indarto.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)