:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505055/original/039903200_1771322062-IMG_4909.jpeg)
Hasil Sidang Isbat Penetapan Kapan Awal Puasa 2026 1 Ramadan 1447 H
Momen Penting
Hasil Sidang Isbat: 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505110/original/036635800_1771331096-Jepretan_Layar_2026-02-15_pukul_19.17.13.png)
Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat dan memutuskan bahwa awal puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
"Kementerian Agama melalui sidang isbat menetapkan, berdasarkan hasil hisab dan rukyat awal Ramadan disepakati jatuh pada Kamis 19 Februari 2026," ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (16/2/2026).
Hilal Tidak Terlihat di Wilayah Jabar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403026/original/015098100_1681992272-IMG_20230420_170711.jpg)
Hilal 1 Ramadhan 1447 Hijriah tidak terlihat di wilayah Jabar setelah dilakukan pemantauan serentak di tujuh titik di provinsi tersebut. Hal itu diutarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Selasa (17/2/2026). Kabag TU Kakanwil Kemenag Jawa Barat Ali Abdul Latif mengatakan, pemantauan ini dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia dan di Jawa Barat dipusatkan di Observatorium Albiruni Unisba, Kota Bandung.
"Dari pengamatan kami memastikan pada sore hari ini tadi jam 18.00 WIB hilal tidak terlihat dalam posisi minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga tadi 0 derajat 58 menit 47 detik," kata Ali.
Secara Hisab: 1 Ramadan pada 19 Februari 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505093/original/089901000_1771328336-WhatsApp_Image_2026-02-17_at_18.36.43.jpeg)
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Cecep Nurwendaya, menyampaikan berdasarkan perhitungan hisab, 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 Masehi. Namun demikian, hasil tersebut harus dikonfirmasi melalui rukyat atau pemantauan hilal secara langsung.
“Tanggal 1 Ramadhan 1447 Hijriah secara hisab imkanur rukyat MABIMS jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026 Masehi. Namun hisab sifatnya informatif. Kita memerlukan konfirmasi verifikasinya melalui rukyat, yang nantinya menjadi bahan penetapan dalam sidang isbat malam ini,” ujar Cecep.
Puasa Berpotensi Mulai 19 Februari 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146072/original/064960000_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_3.jpg)
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan tim di 37 lokasi seluruh Indonesia yang bertugas melakukan pengamatan (rukyat) hilal 1 Ramadhan pada 17 dan 18 Februari 2026.
- Berdasarkan data hisab, posisi hilal pada 17 Februari 2026 masih berada di bawah ufuk (minus), sehingga kemungkinan besar awal Ramadan 1447 hijriah yang memenuhi kriteria MABIMS atau tinggi minimal 3° dan elongasi 6,4° baru pada tanggal 18 Februari 2026, yaitu dengan ketinggian mencapai 7,62° hingga 10,03°.
Hilal di NTB Masih di Bawah Ufuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4367928/original/022378800_1679486629-Memantau-Hilal-Awal-Ramadhan-1444-Hijriah-Herman-5.jpg)
Hilal 1 Ramadhan saat ini masih berada di bawah ufuk dengan ketinggian minus 1,268 derajat yang terpantau melalui Pusat Observasi Bulan di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat pemantauan hilal di NTB, Selasa (17/2/2026).
"Tinggi hilal minus 1,268 derajat dan elongasi 1,208 derajat," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Sumawan.
Hilal Mustahil Terlihat di Yogyakarta
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403008/original/008750000_1681991372-20230420-Pemantauan-Hilal-Iqbal-7.jpg)
Hilal 1 Ramadhan 1447 Hijriah mustahil terlihat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), karena masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam pada Selasa (17/2/2026). Ketua BHR DIY Mutoha Arkanuddin menjelaskan berdasarkan data astronomi di Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu Parangtritis, Kabupaten Bantul ketinggian hilal tercatat minus 1,5 derajat.
"Untuk Yogyakarta di Bukit Syekh Bela Belu ketinggian hilal minus 1,5 derajat, jadi masih di bawah ufuk ketika matahari terbenam. Artinya, bulan terbenam lebih dulu sehingga praktis hilal tidak mungkin bisa disaksikan," ujar Mutoha, Selasa (17/2/2026).
Hilal Belum Terlihat di Makassar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505077/original/073990300_1771323447-266893.jpg)
Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, R. Jamroni, menjelaskan bahwa pemantauan hilal sulit dilakukan karena posisi bulan lebih dahulu terbenam dibandingkan matahari. "Secara hisab, nilainya negatif karena bulan lebih dulu tenggelam daripada matahari. Dengan nilai hilal yang negatif, maka hilal tidak mungkin teramati," ujar Jamroni kepada wartawan.
Berdasarkan perhitungan astronomis, bulan diperkirakan terbenam pada pukul 18.18 Wita, sementara matahari terbenam pada pukul 18.23 Wita.
Sidang Isbat Jadi Wadah Ilmiah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4799099/original/009099200_1712662331-isbat.jpg)
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad mengatakan, Sidang Isbat juga menjadi sarana edukasi publik bahwa penentuan bulan kamariah harus dilakukan secara hati-hati, karena berkaitan dengan pemanfaatan ruang publik yang menuntut ketertiban dan keteraturan.
"Pemerintah berikhtiar mengintegrasikan metode hisab dan rukyat dalam penentuan posisi hilal awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah secara cermat. Sidang Isbat menjadi wadah ilmiah dan musyawarah mufakat dalam penentuan awal bulan tersebut," papar dia.
Unismuh Makassar Jadi Titik Pantau Hilal
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,490,20,0)/kly-media-production/medias/5177953/original/065120100_1743241804-IMG-20250329-WA0043.jpg)
Pemantauan hilal 1 Ramadhan 1447 Hijriah di wilayah Sulsel bakal digelar pada Selasa (17/2/2026), di Menara Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid mengatakan, pemantauan hilal 1 Ramadhan ini melibatkan banyak pihak, termasuk BMKG.
"Ada beberapa yang dilibatkan, tidak hanya Kanwil Kemenag, tetapi juga Badan Hisab Rukyat Sulsel, BMKG IV Makassar, Pengadilan Agama, MUI Sulawesi Selatan (Sulsel), lembaga pemantau dari perguruan tinggi, dan unsur organisasi kemasyarakatan keagamaan," katanya.
Sidang Isbat Digelar di Hotel Borobudur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4768246/original/091118600_1710066891-IMG_0226.jpg)
Sebagai informasi, yang berbeda dari sidang isbat kali ini tidak dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama yang berlokasi di Thamrin Jakarta, melainkan Hotel Borobudur Jakarta. Kementerian Agama beralasan lokasi tidak dilangsungkan di kantor Kemenag karena alasan kapasitas.
"Merujuk surat Direktur Urusan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag, guna penyesuaian kapasitas ruang, pelaksanaan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H/2026 M dialihkan dari Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag JI. MH Thamrin, ke Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Demikian dan terima kasih," kata Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama.
Masjid IKN Jadi Titik Rukyatul Hilal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3419757/original/096492500_1617596681-IMG_7389.jpg)
Direktur Urusan Agama Islam, Arsad Hidayat mengungkap, Kemenag akan mengirimkan sejumlah ahli ke lokasi atau titik rukyah yang potensial melihat hilal jelas, termasuk di lokasi atau tempat observasi bulan.
"Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal," kata Arsyad.
Kemenag Pantau 96 Titik di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5146070/original/008459300_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_1.jpg)
Sebanyak 96 tempat di Indonesia ditetapkan menjadi lokasi pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan. Pemantauan hilal akan dilakukan pada Selasa 17 Februari 2026 untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026.
Hasil pemantauan tersebut akan dibahas dalam sidang isbat yang akan dilakukan dihari yang sama di Auditorium H.M. Rasijdi, Kantor Kementerian Agama (Kemenag).
Menurut Rokhmad, kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat merupakan hal yang harus dikedepankan dalam sidang isbat.
Sidang Isbat Dilaksanakan 3 Rangkaian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234375/original/065384200_1748345467-IMG_9937.jpg)
Sidang isbat penentuan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi digelar Kementerian Agama (Kemenag) pada Selasa 17 Februari 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin langsung Sidang Isbat yang digelar di Jakarta.
"Sidang isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung," ujar Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad.
Menurutnya, ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat. Yaitu pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, dan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/31/original/066230900_1744296913-me.jpeg)