Dry Brushing Jadi Teknik Eksfoliasi untuk Kulit Lebih Halus, Seefektif Itukah?

Dry brushing kian populer. Eksfoliasi ini membuat kulit terasa lebih halus sementara.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren Dry Brushing kembali mencuri perhatian sebagai cara simpel merawat kulit tubuh. Dilansir dari Cleveland Clinic, teknik ini membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit terasa lebih halus dan tampak lebih cerah untuk sementara. Di sisi lain, klaim bahwa dry brushing dapat meningkatkan sirkulasi darah secara signifikan belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Secara praktik, metode ini dilakukan dengan menggosok permukaan kulit menggunakan alat khusus. Sensasi segar sering dirasakan usai proses penggosokan ringan. Teknik ini menjadikannya menarik untuk dicoba sebagai bagian dari eksfoliasi tubuh.

Kelebihannya, rutinitas ini tidak membutuhkan banyak produk dan dapat dilakukan mandiri di rumah. Meski demikian, pemilihan alat dan teknik menyikat yang tepat tetap menentukan kenyamanan kulit saat melakukannya.

Cara Aman dan Nyaman Melakukan Dry Brushing

Sebelum menjadikannya kebiasaan, ada sejumlah langkah yang bisa membantu proses eksfoliasi terasa lebih nyaman dan terukur.

1. Pilih sikat yang sesuai

Utamakan sikat tubuh dengan bulu yang terasa nyaman di kulit dan tidak terlalu kasar. Bagi pemula, sebaiknya mulai dengan bulu yang lebih lembut agar kulit beradaptasi. Sikat yang lebih keras tidak otomatis memberikan hasil lebih baik.

2. Sikat kulit dengan gerakan lembut

Lakukan dry brushing saat kulit masih kering sebelum mandi. Mulailah dari kaki lalu arahkan sapuan ke atas dengan gerakan panjang dan ringan. Untuk area perut dan punggung, gunakan gerak melingkar tanpa tekanan berlebihan, serta hindari menyikat area yang sama berulang kali.

3. Lanjutkan dengan mandi dan pelembap

Setelah selesai, mandi untuk membersihkan sisa sel kulit mati. Keringkan tubuh dengan menepuk kulit menggunakan handuk, lalu aplikasikan pelembap agar kelembapan kulit tetap terjaga.

4. Sesuaikan frekuensi dengan kondisi kulit

Tidak perlu langsung dilakukan setiap hari. Mulailah sesekali dan perhatikan respons kulit. Jika muncul rasa kering atau kulit cenderung sensitif, beri jeda sebelum mengulangnya.

5. Perhatikan kondisi kulit

Metode ini tidak cocok untuk semua kondisi. Hindari area yang terluka, terbakar matahari, mengalami iritasi, atau peradangan. Hentikan bila muncul perih, gatal, atau kemerahan yang menetap.

6. Konsultasi bila diperlukan

Bagi yang memiliki kondisi kulit tertentu, pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum mencoba. Memahami cara dan batasannya membantu perawatan berjalan lebih nyaman.

Dry Brushing dan Selulit: Apa Kata Bukti?

Dry brushing kerap dikaitkan dengan upaya menyamarkan selulit. Selulit ditandai permukaan kulit yang tampak berlekuk atau tidak rata, umum muncul di paha dan bokong, serta bisa dialami berbagai bentuk dan ukuran tubuh.

Penting membedakan kulit yang terasa lebih halus dengan pengurangan selulit sesungguhnya. Metode ini membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan, tetapi belum terbukti mampu menghilangkan selulit secara permanen. Jika kulit terlihat sedikit lebih rata setelah menyikat, perubahan tersebut cenderung bersifat sementara.

Hal yang sama berlaku untuk klaim sirkulasi darah. Rasa hangat setelah disikat mungkin muncul sesaat, namun sensasi itu tidak cukup menjadi bukti bahwa sirkulasi meningkat secara signifikan. Karena itu, sebaiknya tidak menjadikan dry brushing sebagai metode utama untuk menangani selulit maupun persoalan sirkulasi.

Bila tujuan utamanya membuat kulit terasa lebih lembut, teknik ini dapat menjadi opsi eksfoliasi selama dilakukan dengan lembut dan sesuai kondisi kulit. Dry brushing bukan langkah wajib dalam rutinitas perawatan tubuh. Menggunakan pelembap secara teratur dan memilih produk yang sesuai kebutuhan kulit tetap penting untuk menjaga kenyamanan.