Liputan6.com, Jakarta - Â Cara membuat jadah bakar untuk teman minum kopi ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Jajanan tradisional khas Jawa ini hanya membutuhkan bahan-bahan sederhana seperti beras ketan, kelapa parut, garam, dan sedikit air atau santan. Meski sederhana, hasilnya menghadirkan cita rasa gurih, pulen, dan harum yang sangat cocok menemani secangkir kopi hangat.
Jadah merupakan salah satu kuliner tradisional yang telah lama dikenal di berbagai daerah di Pulau Jawa. Di beberapa wilayah, makanan ini juga disebut sebagai uli ketan, tetel, atau gemblong. Ciri khasnya terletak pada tekstur ketan yang lembut dan lengket berpadu dengan gurihnya kelapa parut.
Saat jadah dibakar di atas bara api, permukaannya berubah sedikit kecokelatan dengan aroma smoky yang menggugah selera. Sensasi renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam membuat camilan ini semakin nikmat disantap, terutama ketika dinikmati bersama kopi atau teh hangat. Berikut ulasan Liputan6.com, Kamis (2/7/2026).
Advertisement
Bahan-Bahan Membuat Jadah Bakar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2906933/original/082425300_1568105987-foto-t-HAwFqMgShG0-unsplash.jpg)
Untuk menghasilkan jadah bakar yang pulen dan gurih, siapkan bahan berikut:
- 400 gram beras ketan putih berkualitas baik
- 200 gram kelapa parut setengah tua
- 1 sendok teh garam
- 75 ml air panas
Apabila ingin menghasilkan rasa yang lebih gurih, Anda juga dapat mengganti air panas dengan santan hangat sesuai selera. Penggunaan daun pandan saat mengukus ketan juga dapat menambah aroma harum alami.
Cara Membuat Jadah Bakar untuk Teman Minum Kopi
Berikut cara membuat jadah bakar untuk teman minum kopi yang mudah dipraktikkan di rumah.
1. Rendam Beras Ketan
Cuci beras ketan hingga bersih, kemudian rendam selama kurang lebih dua jam. Proses perendaman membantu butiran ketan lebih cepat matang sekaligus menghasilkan tekstur yang lebih empuk.
Setelah direndam, tiriskan hingga airnya benar-benar berkurang.
2. Kukus Hingga Setengah Matang
Panaskan kukusan terlebih dahulu hingga menghasilkan uap yang banyak.
Masukkan beras ketan ke dalam kukusan, lalu kukus sekitar 30 menit atau hingga setengah matang.
3. Tambahkan Air Panas
Angkat ketan yang telah dikukus, kemudian pindahkan ke wadah besar.
Tuangkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga seluruh permukaan ketan terkena air. Diamkan beberapa menit sampai air benar-benar terserap.
Jika menggunakan santan, rebus santan bersama sedikit garam dan daun pandan hingga mendidih, kemudian tuangkan ke atas ketan seperti langkah di atas.
4. Campurkan Kelapa Parut
Masukkan kelapa parut dan garam ke dalam ketan yang telah menyerap air.
Aduk hingga seluruh bahan tercampur rata sehingga setiap butir ketan terbalut kelapa.
5. Kukus Hingga Matang
Masukkan kembali campuran ketan ke dalam kukusan.
Kukus sekitar 30–45 menit sampai ketan benar-benar matang, empuk, dan pulen.
Aroma harum dari kelapa akan semakin terasa pada tahap ini.
6. Tumbuk Hingga Menyatu
Angkat ketan yang telah matang, lalu pindahkan ke wadah besar atau cobek kayu.
Tumbuk perlahan hingga butiran ketan menyatu dengan kelapa dan menghasilkan adonan yang padat, lengket, sekaligus elastis.
Proses ini menjadi salah satu kunci agar jadah tidak mudah hancur saat dipotong maupun dibakar.
7. Bentuk Jadah
Setelah cukup halus, bentuk adonan menjadi lonjong atau persegi panjang sesuai selera.
Anda juga bisa membentuk ukuran kecil agar lebih praktis untuk sekali santap.
Diamkan hingga suhu ruang supaya adonan menjadi lebih padat.
8. Potong Sesuai Selera
Potong-potong jadah dengan ketebalan sekitar 1 hingga 2 sentimeter.
Gunakan pisau yang sedikit dibasahi air agar hasil potongannya lebih rapi dan tidak lengket.
9. Bakar di Atas Bara Api
Panaskan bara arang hingga stabil.
Susun potongan jadah di atas panggangan tanpa menambahkan minyak maupun bumbu.
Balik jadah secara berkala hingga kedua sisinya berubah kecokelatan dan mengeluarkan aroma panggang yang harum.
Jangan membakar terlalu lama agar bagian dalam tetap lembut.
10. Sajikan Selagi Hangat
Jadah bakar paling nikmat disajikan dalam keadaan hangat.
Anda dapat menikmatinya begitu saja atau menyandingkannya dengan secangkir kopi hitam, kopi tubruk, kopi susu, maupun teh hangat.
Advertisement
Tips Agar Jadah Bakar Pulen dan Tidak Mudah Hancur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965967/original/000838200_1782978899-jadah_bakar.jpeg)
Agar hasil akhir lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut.
- Gunakan beras ketan berkualitas baik tanpa campuran beras biasa.
- Pilih kelapa parut yang masih segar agar rasa gurihnya lebih alami.
- Jangan melewatkan proses perendaman karena sangat berpengaruh terhadap tekstur ketan.
- Tumbuk ketan saat masih hangat supaya lebih mudah menyatu.
- Bakar menggunakan bara api sedang agar permukaan tidak cepat gosong.
- Balik jadah secara perlahan sehingga seluruh permukaan matang merata.
- Bila ingin aroma lebih harum, bungkus jadah menggunakan daun pisang sebelum didinginkan.
Mengenal Jadah Bakar, Camilan Tradisional yang Selalu Menggoda
Jadah bakar merupakan olahan beras ketan yang dipadukan dengan kelapa parut, kemudian dikukus hingga matang dan ditumbuk sampai teksturnya benar-benar pulen. Setelah dibentuk dan dipotong-potong, jadah dibakar tanpa tambahan bumbu sehingga menghasilkan aroma panggang alami yang khas.
Makanan tradisional ini cukup populer di Yogyakarta, Klaten, dan sejumlah daerah di Jawa Tengah. Selain dijual di pasar tradisional, jadah bakar juga banyak dijumpai sebagai camilan di kawasan wisata. Harganya pun relatif terjangkau, sehingga menjadi pilihan favorit untuk teman bersantai.
Berbeda dengan jadah yang disajikan begitu saja, proses pembakaran memberikan cita rasa baru. Lapisan luar menjadi sedikit kering dan garing, sedangkan bagian dalam tetap lembut dan kenyal.
Variasi Penyajian Jadah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965968/original/010952900_1782978899-jadah_bakar_3.jpeg)
Selain dibakar, jadah juga memiliki banyak variasi penyajian yang sama-sama lezat.
Beberapa orang menyantap jadah dengan siraman kinca gula merah yang manis legit. Ada pula yang menambahkan taburan serundeng gurih sehingga rasa semakin kaya.
Jadah juga bisa digoreng hingga bagian luarnya renyah. Bahkan, beberapa daerah membentuk jadah dalam ukuran kecil dan membungkusnya menggunakan daun pisang agar lebih praktis dibawa sebagai bekal.
Namun, bagi pencinta kopi, jadah bakar tetap menjadi pilihan favorit karena aroma panggangnya berpadu sempurna dengan rasa pahit dan wangi kopi.
Mengapa Jadah Bakar Cocok Menjadi Teman Minum Kopi?
Perpaduan rasa gurih dari kelapa, tekstur pulen dari ketan, dan aroma khas hasil pembakaran membuat jadah bakar menjadi pasangan yang ideal untuk kopi.
Rasa gurihnya mampu menyeimbangkan karakter pahit kopi hitam tanpa membuat lidah cepat merasa enek. Teksturnya yang mengenyangkan juga cocok dijadikan camilan saat bersantai di pagi maupun sore hari.
Tidak heran jika cara membuat jadah bakar untuk teman minum kopi semakin banyak dicari oleh pecinta kuliner tradisional yang ingin menghadirkan camilan rumahan dengan cita rasa autentik.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Jadah
1. Apa perbedaan jadah dan jadah bakar?
Jadah merupakan olahan ketan yang telah dikukus dan ditumbuk hingga pulen, sedangkan jadah bakar adalah jadah yang dipanggang di atas bara api sehingga memiliki aroma smoky dan permukaan yang lebih garing.
2. Apakah jadah harus menggunakan santan?
Tidak harus. Jadah dapat dibuat menggunakan air panas seperti resep sederhana. Namun, santan akan menghasilkan rasa yang lebih gurih dan aroma yang lebih kaya.
3. Berapa lama jadah dapat disimpan?
Jadah dapat bertahan sekitar 1–2 hari pada suhu ruang. Jika disimpan di dalam lemari pendingin, masa simpannya bisa mencapai sekitar 3–4 hari. Sebelum disajikan kembali, jadah sebaiknya dipanaskan atau dibakar agar teksturnya kembali lembut.
4. Mengapa jadah terasa keras setelah dingin?
Hal ini terjadi karena pati pada ketan mengalami proses pengerasan alami setelah dingin. Memanaskan kembali dengan cara dibakar atau dikukus dapat membantu mengembalikan teksturnya menjadi lebih empuk.
5. Apakah jadah hanya cocok dimakan dengan kopi?
Tidak. Jadah juga nikmat disantap bersama teh hangat, wedang jahe, susu hangat, atau disajikan dengan kinca gula merah dan serundeng sebagai pelengkap.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965966/original/093928700_1782978898-jadah_bakar_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933385/original/094582700_1782961858-mAaCTiBuiOrMcEW7ND3jxtIWYL4dZGnww6PXxm9J.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8999369/original/044476200_1782993867-Ide_Kebun_Kacang-Kacangan_dan_Sayur_yang_Mudah_Ditanam_di_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968788/original/031796600_1782980312-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__03_17_02_PM.jpg)