Cara Membuat Roti Maryam Teflon Lembut dan Berserat, Anti Gagal untuk Pemula

Ingin mengetahui cara membuat roti maryam teflon lembut dan berserat di rumah? Ikuti panduan lengkap untuk hasil yang sempurna, cocok untuk pemula

Diterbitkan 25 Mei 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat roti maryam teflon lembut dan berserat ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan bahan sederhana dan alat masak seadanya, Anda sudah bisa membuat roti maryam ala restoran di rumah. Teksturnya yang lembut, berlapis, dan gurih membuat roti ini cocok dinikmati kapan saja.

Roti maryam dikenal sebagai roti pipih dengan pengaruh kuliner India dan Timur Tengah. Di beberapa daerah, makanan ini juga disebut roti canai, roti prata, atau roti konde. Biasanya roti maryam disajikan bersama kari, teh tarik, atau topping manis seperti susu kental manis dan meses.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu oven untuk membuat hidangan ini. Cukup menggunakan teflon atau pan anti lengket, roti maryam tetap bisa matang sempurna dengan hasil lembut dan berserat. Berikut panduan lengkap dari Liputan6.com yang bisa Anda coba sendiri di rumah, Senin (25/5/2026).

Bahan Membuat Roti Maryam Teflon

Berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk membuat roti maryam homemade:

  • 250 gram tepung terigu protein tinggi
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1 butir telur
  • 75 gram margarin
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • 75 ml air
  • 75 gram mentega tawar untuk olesan
  • 50 ml minyak goreng untuk olesan adonan

Bahan-bahan di atas cukup untuk menghasilkan beberapa roti maryam dengan ukuran sedang.

Cara Membuat Roti Maryam Teflon Lembut dan Berserat

1. Campurkan Semua Bahan Adonan

Masukkan tepung terigu, garam, telur, margarin, minyak goreng, dan air ke dalam wadah besar. Aduk perlahan hingga semua bahan tercampur rata.

Setelah itu, uleni adonan sampai kalis dan tidak lengket di tangan. Proses menguleni sangat penting karena menentukan elastisitas adonan nantinya.

2. Banting Adonan Hingga Elastis

Setelah adonan mulai kalis, banting-banting adonan selama beberapa menit. Teknik ini membantu membentuk gluten sehingga hasil roti menjadi lebih lentur dan berserat.

Jika adonan sudah terasa elastis dan permukaannya halus, berarti proses pengulenan sudah cukup.

3. Bagi dan Istirahatkan Adonan

Timbang adonan masing-masing sekitar 50 gram. Setelah itu bulatkan hingga rapi.

Lumuri permukaan adonan dengan sedikit minyak agar tidak kering, lalu diamkan selama kurang lebih satu jam. Tahap istirahat ini membuat adonan lebih mudah ditipiskan.

4. Pipihkan Adonan Setipis Mungkin

Siapkan meja atau alas datar yang sudah dioles minyak. Ambil satu bulatan adonan lalu pipihkan perlahan menggunakan tangan.

Tarik adonan hingga sangat tipis hampir transparan. Semakin tipis adonan, semakin bagus lapisan dan serat roti maryam yang dihasilkan.

5. Oles Mentega dan Gulung

Setelah adonan tipis, olesi permukaannya menggunakan mentega tawar secara merata namun tidak perlu terlalu tebal.

Gulung adonan memanjang seperti tali, lalu putar membentuk spiral atau lingkaran menyerupai konde. Diamkan kembali sekitar 10 menit agar adonan rileks.

6. Pipihkan Kembali Sebelum Dipanggang

Ambil adonan spiral tadi kemudian pipihkan perlahan menggunakan tangan atau rolling pin.

Jangan terlalu tipis pada tahap ini karena lapisan roti sudah terbentuk di bagian dalam.

7. Panggang Menggunakan Teflon

Panaskan teflon dengan sedikit mentega. Panggang roti maryam di atas api kecil hingga sedang.

Tekan perlahan menggunakan spatula sambil dibalik agar matang merata. Masak hingga kedua sisi berwarna kecokelatan dan harum.

8. Sajikan Selagi Hangat

Roti maryam paling nikmat disantap saat masih hangat. Anda bisa menambahkan topping susu kental manis, gula, madu, atau meses cokelat.

Jika ingin versi gurih, sajikan bersama kari kambing, kari ayam, atau kuah rempah khas Aceh.

Tips Agar Roti Maryam Lebih Lembut dan Berserat

Agar hasil roti semakin maksimal, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan:

Gunakan Tepung Protein Tinggi

Tepung protein tinggi membantu membentuk gluten lebih baik sehingga tekstur roti menjadi elastis dan berserat.

Jangan Skip Proses Istirahat Adonan

Mengistirahatkan adonan membuat gluten rileks sehingga adonan mudah ditarik tipis tanpa sobek.

Olesi Minyak Secukupnya

Minyak membantu membentuk lapisan pada roti maryam. Namun jangan terlalu banyak agar hasil akhir tidak terlalu berminyak.

Gunakan Api Kecil

Memasak dengan api kecil membuat roti matang merata hingga bagian dalam tanpa cepat gosong.

Pipihkan Adonan Setipis Mungkin

Salah satu kunci utama dalam cara membuat roti maryam teflon lembut dan berserat adalah menipiskan adonan hingga elastis dan hampir transparan.

Variasi Topping Roti Maryam

Selain versi original, Anda juga bisa mencoba berbagai topping menarik berikut:

  • Susu kental manis dan meses
  • Gula pasir dan margarin
  • Madu dan keju parut
  • Kari ayam
  • Kari kambing
  • Cokelat leleh
  • Pisang dan susu

Variasi topping membuat roti maryam semakin cocok dinikmati sebagai camilan maupun menu sarapan.

Kenapa Roti Maryam Banyak Disukai?

Roti maryam merupakan salah satu jenis roti pipih yang memiliki kemiripan dengan paratha khas India. Di Indonesia, makanan ini populer di daerah Aceh, Sumatera Barat, hingga Kepulauan Riau. Banyak rumah makan Aceh menyajikan roti maryam bersama kari kambing atau kari ayam.

Di Surabaya, khususnya kawasan Ampel, roti ini dikenal dengan nama roti maryam karena pengaruh budaya Arab. Sementara masyarakat Jawa sering menyebutnya roti konde karena bentuk gulungannya menyerupai sanggul rambut wanita.

Ciri khas roti maryam terletak pada teksturnya yang berlapis dan berserat. Tekstur tersebut diperoleh dari teknik menipiskan adonan, memberi olesan mentega, lalu menggulung dan memutarnya sebelum dipanggang.

Roti maryam memiliki rasa gurih khas dari mentega dan margarin. Teksturnya yang renyah di luar namun lembut di dalam membuat banyak orang ketagihan.

Selain itu, proses pembuatannya yang unik menghasilkan lapisan-lapisan tipis yang berserat. Tak heran jika makanan ini populer di berbagai negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Kini, cara membuat roti maryam teflon lembut dan berserat juga semakin mudah dipraktikkan di rumah karena tidak membutuhkan oven atau alat khusus.

Tanya Jawab Seputar Roti Maryam

1. Kenapa roti maryam tidak berserat?

Biasanya karena adonan kurang elastis, kurang istirahat, atau tidak ditipiskan dengan baik sebelum digulung.

2. Apakah roti maryam bisa dibuat tanpa telur?

Bisa. Telur hanya membantu tekstur lebih lembut, namun tanpa telur roti tetap bisa dibuat.

3. Berapa lama adonan roti maryam harus didiamkan?

Minimal satu jam agar adonan lebih lentur dan mudah dibentuk.

4. Bisakah roti maryam disimpan di freezer?

Bisa. Simpan dalam wadah tertutup atau plastik kedap udara agar kualitasnya tetap terjaga.

5. Apa perbedaan roti maryam dan roti canai?

Sebenarnya keduanya sangat mirip. Perbedaannya hanya pada penyebutan di tiap daerah dan variasi penyajian.

Â