Liputan6.com, Jakarta - Tanaman kuping gajah merupakan tanaman hias tropis yang populer karena berdaun besar, lebar, dan rimbun dengan bentuk menyerupai kuping gajah. Tanaman ini berasal dari kelompok genus Colocasia, Alocasia, dan Xanthosoma. Meski berbeda secara botani, ketiganya memiliki karakteristik dan kebutuhan tumbuh yang hampir serupa.
Melansir The Spruce, Rabu, 13 Mei 2026, di Indonesia, tanaman kuping gajah dapat tumbuh dengan baik karena menyukai iklim tropis yang hangat dan lembap. Tanaman ini juga dikenal bertumbuh cukup cepat, terutama jika mendapatkan cahaya matahari yang cukup, kelembapan tinggi, serta media tanam yang tetap lembap.
Selain ditanam di pekarangan rumah, kuping gajah juga sering dijadikan tanaman hias untuk mempercantik ruangan. Bentuk daunnya yang unik dan eksotis membuat tanaman ini banyak diminati pecinta tanaman hias sebagai dekorasi rumah bergaya tropis modern.
Advertisement
Meski demikian, tanaman kuping gajah tetap membutuhkan lingkungan dengan kelembapan tinggi agar tumbuh optimal. Karena itu, tanaman ini sebaiknya disiram secara rutin dan ditempatkan di area yang tidak terlalu kering. Sebagai tanaman indoor, pemilik bisa sesekali menyemprotkan air pada daun agar kelembapan tetap terjaga.
Walaupun memiliki tampilan yang indah, seluruh bagian tanaman kuping gajah diketahui mengandung zat yang dapat menyebabkan iritasi atau beracun jika tertelan. Karena itu, tanaman ini sebaiknya ditempatkan di area yang aman dan tidak mudah dijangkau anak kecil maupun hewan peliharaan.
Merawat Tanaman Kuping Gajah agar Tumbuh Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5801688/original/034692200_1778704583-IMG-20260513-WA0014_1_.jpg)
Salah satu faktor utama yang dibutuhkan kuping gajah adalah pencahayaan. Tanaman kuping gajah sebaiknya ditempatkan di area dengan cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung secara berlebihan.
Untuk penempatan di luar ruangan, pilih area dengan naungan sebagian agar daun tidak mudah terbakar. Sementara jika dijadikan tanaman indoor, letakkan di dekat jendela atau area yang tetap mendapatkan cahaya alami.
Saat menanam kuping gajah dari umbi, pastikan media tanam memiliki drainase yang baik dan kaya nutrisi. Umbi umumnya ditanam dengan kedalaman sekitar 10 sentimeter. Berikan jarak tanam yang cukup karena beberapa jenis kuping gajah dapat tumbuh besar dan memiliki daun yang lebar.
Tanaman ini juga menyukai kondisi tanah yang lembap, sehingga penyiraman perlu dilakukan secara rutin, terutama saat cuaca panas. Namun, hindari media tanam yang terlalu becek karena dapat memicu pembusukan akar. Untuk menjaga pertumbuhan daun tetap subur, tanaman juga dapat diberikan pupuk secara berkala, terutama pupuk yang mengandung nitrogen tinggi.
Â
Advertisement
Cara Memperbanyak Kuping Gajah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5801691/original/068209000_1778704586-IMG-20260513-WA0013_1_.jpg)
Kuping gajah umumnya diperbanyak melalui pemisahan umbi daripada menanam dari biji. Selain prosesnya lebih praktis, metode pemisahan umbi juga membantu menghasilkan tanaman baru yang memiliki karakter serupa dengan induknya. Perbanyakan biasanya dilakukan saat tanaman sudah cukup besar dan memiliki banyak anakan atau umbi tambahan di bagian akar.Â
Langkah pertama, angkat tanaman secara perlahan dari media tanam agar umbi tidak rusak. Setelah itu, pisahkan umbi menggunakan pisau yang bersih dan tajam. Pastikan setiap potongan umbi memiliki titik tunas atau ruas pertumbuhan agar dapat tumbuh menjadi tanaman baru.Â
Setelah dipotong, umbi sebaiknya didiamkan terlebih dahulu di tempat teduh selama beberapa hari hingga bagian luka mengering. Langkah ini penting untuk membantu mencegah pembusukan saat ditanam kembali.
Umbi yang sudah kering kemudian dapat ditanam di media tanam yang gembur dan lembap. Pastikan tanaman ditempatkan di area dengan suhu hangat dan pencahayaan cukup agar pertumbuhan akar dan tunas baru lebih optimal.
Proses perbanyakan kuping gajah bisa dilakukan hampir sepanjang tahun, terutama saat musim hujan atau ketika kelembapan udara cukup tinggi. Dengan perawatan yang tepat, tunas baru biasanya mulai tumbuh dalam beberapa minggu setelah penanaman.
Cara Menanam dan Memindahkan Kuping Gajah ke Pot Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5801693/original/083774900_1778704587-IMG-20260513-WA0012_1_.jpg)
Kuping gajah juga cocok ditanam di dalam pot sebagai tanaman hias teras maupun dekorasi indoor. Karena berdaun besar dan pertumbuhan cukup cepat, sebaiknya gunakan pot berukuran besar agar akar dan umbi memiliki ruang tumbuh yang cukup.Â
Meski kuping gajah menyukai media tanam yang lembap, akar tetap membutuhkan sirkulasi udara agar tidak mudah membusuk. Maka, pastikan pot memiliki lubang drainase yang baik untuk mencegah genangan air.
Gunakan media tanam yang gembur dan kaya nutrisi, misalnya campuran tanah, sekam, kompos, serta bahan yang mampu menjaga kelembapan sekaligus membantu drainase. Penambahan bahan organik juga penting untuk mendukung pertumbuhan daun agar tetap subur dan berwarna cantik.
Kuping gajah dalam pot biasanya butuh disiram lebih rutin dibandingkan tanaman yang ditanam langsung di tanah. Saat cuaca panas, penyiraman bahkan bisa dilakukan lebih dari satu kali sehari agar media tanam tidak kering.
Pemindahan ke pot baru perlu dilakukan ketika ukuran umbi dan akar mulai memenuhi pot lama atau pertumbuhan tanaman terlihat kurang optimal. Proses repotting ini juga dapat menjadi kesempatan untuk memisahkan umbi dan memperbanyak tanaman.
Saat memindahkan tanaman, keluarkan umbi secara perlahan agar akar tidak rusak. Setelah itu, pindahkan ke pot yang lebih besar dengan media tanam baru yang segar dan kaya nutrisi.Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5801689/original/017355800_1778704585-IMG-20260513-WA0015_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245839/original/084355000_1749414399-lamine_yamal_bernardo_silva_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_michael_probst.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287279/original/022281700_1783206952-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9115396/original/087959400_1783065747-sdafeawsef.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111190/original/016810700_1783063118-Tanaman_Sayur_yang_Paling_Cepat_Panen_di_Galon_Bekas.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8953625/original/016455800_1782972235-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__01_00_35_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563896/original/087931200_1776919560-Memanfaatkan_Dinding_Rumah_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4748817/original/073132600_1708499005-FotoJet__90_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782549/original/054280200_1782890750-cd50f033-e663-4a4c-aa26-3fea6f8d0d5f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776272/original/005141400_1782872945-b3a08fea-66e4-4123-854a-75886041eda7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776246/original/098652900_1782871334-coeeee.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8465115/original/088231300_1782366322-46267449-791b-4b3e-b51f-b45589e43d5f.jpg)