FHTB 2026, Menanti Inovasi Keberlanjutan di Sektor Perhotelan, Pariwisata, dan F&B

FHTB 2026 berkembang jadi ruang eksplorasi tren, inovasi, sekaligus peluang kolaborasi.

Diterbitkan 16 April 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pameran Food, Hotel, & Tourism Bali (FHTB) kembali hadir menyemarakkan Pulau Dewata. Memasuki edisi ke-14, ajang dua tahunan ini akan berlangsung pada 28─30 April di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC),  mempertemukan pelaku hospitality, pariwisata, serta makanan dan minuman dalam satu ruang yang dinamis.

Selama tiga hari penyelenggaraan, FHTB bukan sekadar pameran dagang. Acara ini berkembang jadi ruang eksplorasi tren, inovasi, sekaligus peluang kolaborasi. Mulai dari pemasok global, pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe, hingga distributor dan buyer potensial, semuanya hadir menjajaki potensi pasar yang terus tumbuh, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

"FHTB 2026 akan jadi panggung utama bagi pelaku usaha untuk mengetahui bagaimana industri perhotelan, pariwisata, dan F&B berkembang pesat. Pengunjung akan merasakan pengalaman yang lebih nyata dan berkualitas," kata Portfolio Director, Meysia Stephanie, dalam rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 15 April 2026.

Bali sendiri memainkan peran penting sebagai tuan rumah. Dengan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia, pulau ini menjadi pintu masuk bagi arus perdagangan dan interaksi global. Tidak heran FHTB kerap menjadi momen strategis bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan, sekaligus membaca arah perkembangan pasar.

Tahun ini, lebih dari 200 perusahaan dari 14 negara ikut ambil bagian. Mereka membawa beragam produk dan layanan, mulai dari bahan makanan premium, perlengkapan dapur profesional, hingga solusi kemasan dan kebutuhan retail.

 

Menyoroti Tren

Selain menampilkan produk, FHTB juga menyoroti berbagai tren yang tengah berkembang, salah satunya adalah wellness tourism. Konsep pariwisata yang berfokus pada kesehatan dan keseimbangan hidup ini semakin diminati, sejalan dengan perubahan gaya hidup global.

Di sisi lain, isu keberlanjutan juga menjadi perhatian, dengan hadirnya berbagai solusi ramah lingkungan yang mendukung praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab. Berbagai workshop dan diskusi juga akan menghadirkan topik seputar pengelolaan makanan yang bertanggung jawab, efisiensi energi, serta pengurangan limbah. 

Pengalaman pengunjung semakin lengkap dengan hadirnya berbagai program menarik. Kompetisi kuliner Salon Culinaire Bali kembali digelar, menghadirkan para chef berbakat untuk menunjukkan kreativitas mereka. Ajang ini dikenal sebagai salah satu kompetisi paling prestisius di Pulau Dewata, sekaligus menjadi wadah bagi talenta muda untuk berkembang.

 

Kompetisi Barista Perempuan

Ada pula sesi wine masterclass, workshop industri, serta diskusi yang membahas isu-isu terkini. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kompetisi barista khusus perempuan, yang membuka ruang lebih luas bagi talenta perempuan di industri kopi. 

Pertumbuhan sektor pariwisata dan F&B di Indonesia menunjukkan tren positif. Meningkatnya jumlah wisatawan, serta perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi faktor pendorong utama. Bali, dengan daya tariknya yang konsisten, menjadi salah satu kontributor terbesar dalam menggerakkan roda industri ini.

Melalui FHTB, berbagai peluang terbuka lebar. Pelaku usaha dapat memperluas jaringan, menemukan mitra baru, serta menjajaki inovasi yang dapat diterapkan dalam bisnis mereka. Di saat yang sama, pengunjung juga mendapatkan pengalaman yang lebih imersif—tidak hanya melihat produk, namun juga memahami konteks dan cerita di baliknya.

 

Optimisme Pelaku Industri

Lebih dari sekadar ajang bisnis, FHTB 2026 menghadirkan potret industri yang terus bergerak dan berkembang. Di antara hiruk-pikuk pameran, percakapan, dan kolaborasi yang terjalin, tersimpan optimisme bahwa sektor hospitality, pariwisata, dan F&B Indonesia akan terus tumbuh, beradaptasi, dan bersaing di panggung global.

Menariknya, suasana FHTB juga menghadirkan pengalaman yang terasa lebih personal. Interaksi langsung antara pelaku industri dan pengunjung menciptakan ruang diskusi yang hangat dan terbuka.

Di sinilah ide-ide baru sering muncul—dari percakapan santai hingga pertemuan bisnis yang lebih serius. Energi kolaboratif ini menjadi salah satu daya tarik utama yang dinilai membuat FHTB terus relevan dari tahun ke tahun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu ajang industri yang dinanti.