Jepang Operasikan Kereta Khusus untuk Memandang Gunung Fuji, Targetkan Wisman

Kereta khusus untuk memandang Gunung Fuji itu beroperasi di Jepang secara terbatas.

Diterbitkan 23 Maret 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah kereta khusus untuk melihat Gunung Fuji mulai beroperasi secara terbatas di Jepang tengah pada Kamis, 19 Maret 2026. Layanan kereta yang dioperasikan sebagai bagian dari tur itu ditujukan bagi wisatawan asing.

Tur tersebut dirancang oleh Central Japan Railway Co. dan JTB Global Marketing & Travel Inc.. Rutenya menghubungkan Stasiun Mishima dan Fujinomiya di Prefektur Shizuoka dan menjadi kereta khusus wisatawan mancanegara (wisman) pertama yang dioperasikan oleh JR Central.

Mengutip Kyodo News, Minggu (22/3/2026), kereta itu akan berhenti di beberapa stasiun di sepanjang rute. Kereta juga akan melaju perlahan di beberapa bagian untuk memberikan penumpang pemandangan terbaik dari puncak tertinggi Jepang yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada 2013.

Interior kereta didekorasi dengan gambar-gambar yang berkaitan dengan "Tiga Puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji" karya seniman Ukiyo-e Katsushika Hokusai (1760-1849). Pemandu berbahasa Inggris siap memberikan penjelasan.

"Kami akan melakukan upaya terbaik agar orang-orang mengatakan bahwa mereka menikmati Shizuoka," kata Presiden JR Central Shunsuke Niwa pada upacara di Stasiun Mishima, tempat kereta khusus yang membawa sekitar 20 penumpang berangkat pagi itu.

Tur ini akan diadakan setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu hingga 22 Desember 2026, menurut perusahaan tersebut. Tur itu juga mencakup kunjungan dengan bus ke kuil utama di kaki Gunung Fuji, serta ladang wasabi dan air terjun.

Rencana Bangun Trem untuk Angkut Wisatawan ke Gunung Fuji

Sebelumnya, otoritas di Jepang mengusulkan trem otonom yang menggunakan ban karet, untuk mengangkut para pendaki Gunung Fuji. Moda transportasi itu akan dibuat oleh CRRC, perusahaan asal China.

Proposal baru yang belum pernah diberitakan sebelumnya itu akan menggantikan rencana awal untuk membangun sistem kereta ringan yang menghubungkan dasar gunung ke pos pendakian kelima di jalur Yoshida yang populer. Keputusan ini diambil setelah kota setempat dan pihak-pihak lain menyuarakan keprihatinan atas dampak lingkungan dan biaya pembangunan.

Prefektur Yamanashi, yang menjadi rumah bagi rute paling populer yang digunakan para pendaki gunung berapi setinggi 3.776 meter (12.3388 kaki) ini, akan segera mengumumkan rencana tersebut. Seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya, karena informasi tersebut belum dipublikasikan, mengatakan kepada Reuteurs bahwa prefektur akan segera mengumumkan rencana tersebut.

Salah Satu Destinasi Wisata Terdapat di Jepang

Dikutip dari The Independent, Senin, 18 November 2024, Gunung Fuji yang membentang di sepanjang Prefektur Yamanashi dan Shizuoka, merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Jepang. Jumlah wisatawan yang mengunjungi gunung ini telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Kehadiran mereka diiringi peningkatan polusi dari bus wisata dan mobil yang terus-menerus datang ke pos pendakian kelima. Kepadatan di jalur pendakian juga menimbulkan masalah bagi pihak berwenang yang berupaya membersihkan situs yang dianggap suci oleh warga Jepang.

Dengan status yang diberikan UNESCO, Jepang bertanggung jawab mengurangi kepadatan, kerusakan lingkungan akibat pengunjung, dan memperbaiki lanskap buatan manusia, seperti tempat parkir besar yang dibangun untuk mengakomodasi wisatawan di kawasan Gunung Fuji.

Sementara, trem otonom alias Autonomous Rapid Transit CRRC yang terdaftar di Shanghai adalah trem generasi baru yang menggunakan marka jalan magnetis dan dapat dioperasikan tanpa awak. Prefektur Yamanashi berencana menggunakan hidrogen yang diproduksi secara lokal untuk menggerakkan trem, kata sumber itu.

Tujuan Pembangunan Trem ke Gunung Fuji

Sistem transit ini diharapkan dapat memangkas biaya proyek sebanyak 40 persen dari perkiraan sekitar 140 miliar yen (lebih dari Rp14,4 triliun) untuk sistem kereta api, kata sumber tersebut. Rencana baru ini akan mengizinkan prefektur tersebut untuk menggunakan jalan tol Fuji Subaru Line yang sudah ada dan melarang masuknya semua kendaraan pribadi dan bus wisata, kata sumber tersebut.

Prefektur ini berharap dapat mengujicobanya pada awal tahun fiskal berikutnya yang dimulai pada April 2025. Yamanashi juga bertujuan untuk membangun jaringan trem yang akan meluas ke kota-kota setempat dan terhubung ke sistem kereta levitasi magnetik yang direncanakan oleh Central Japan Railway pada 2030an, kata sumber tersebut.

Namun, pemerintah Prefektur Yamanashi menolak mengomentari rencana tersebut. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Yamanashi mengajukan proposal pembangunan layanan kereta ringan yang menghubungkan kaki Gunung Fuji dengan Stasiun ke-5. Layanan ini diperkirakan dapat mengangkut 3,36 juta penumpang setiap tahunnya.