Konser Gratis BTS, Seoul Dipenuhi Pendar Sinar Merah yang Sempat Menuai Protes

Sinar merah yang berpendar jelang konser gratis BTS merupakan penghormatan terhadap album baru RM dkk.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hitung mundur konser gratis BTS di Seoul, Korea Selatan, hampir mendekati akhir. Menambah euforia comeback yang dinantikan, pendar sinar merah, yang merujuk pada album studio ke-5 supergrup K-pop tersebut, ARIRANG, memenuhi ibu kota Negeri Ginseng.

Melansir The Straits Times, Jumat (20/3/2026), pemerintah Metropolitan Seoul mengatakan akan menerangi 15 landmark kota, termasuk Sebitseom, Cheonggyecheon, N Seoul Tower, dan Menara Lotte World, dengan warna merah selama dua jam mulai pukul 19.30, waktu setempat, pada Jumat, hari perilisan album BTS.

Juga, pada Sabtu, 21 Maret 2026, hari penampilan mereka di Gwanghwamun. Langkah ini menuai reaksi keras, karena warna khas BTS adalah ungu, sementara merah adalah warna simbolis partai oposisi utama—menimbulkan pertanyaan menjelang pemilu pada Juni mendatang.

Mengingat waktu yang sensitif, spekulasi muncul bahwa keputusan tersebut mungkin dimaksudkan untuk memberi sinyal dukungan politik. ARMY, sebutan penggemar BTS, telah menggunakan media sosial untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka, menggalang dukungan di balik tagar seperti #BTSisPurple sebagai protes terhadap keputusan kota tersebut.

Saat kontroversi semakin memanas, agensi BTS, HYBE, mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa merah adalah warna utama album baru grup tersebut. Mereka juga mengaku telah meminta otoritas kota untuk menggunakan warna yang dimaksud.

Agensi tersebut juga mendesak publik untuk tidak menafsirkan langkah ini melalui kacamata politik. Menjelang konser BTS yang diperkirakan akan menarik banyak penonton, pihak berwenang terkait telah mulai memeriksa langkah-langkah keamanan.

Memastikan Keamanan Pengunjung

Melansir The Chosun Daily, Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengumumkan akan mengeluarkan "Siaga Khusus Tingkat 2" pada hari konser dan mengerahkan sekitar 800 personel dan 100 peralatan. Siaga Khusus Tingkat 2 adalah sistem tugas darurat yang dikeluarkan ketika risiko bencana meningkat selama acara besar, seperti Tahun Baru Imlek.

Pihaknya juga secara proaktif mengeluarkan Perintah Mobilisasi Badan Pemadam Kebakaran Nasional untuk mengerahkan 50 ambulans dari badan pemadam kebakaran provinsi dan metropolitan lainnya ke konser Gwanghwamun.

Perintah Mobilisasi Badan Pemadam Kebakaran Nasional biasanya dikeluarkan saat terjadi bencana skala besar seperti kebakaran hutan dan tanah longsor, tapi kali ini dikeluarkan terlebih dahulu untuk tujuan pencegahan bencana.

Badan Pemadam Kebakaran Nasional juga akan mengerahkan tim penyelamat respons teror dari Markas Besar Penyelamatan Pusat 119 ke lokasi pada hari konser.

Inspeksi Sebelum Konser BTS

Pemerintah Metropolitan Seoul juga melakukan inspeksi akhir. Wali Kotanya, Oh Se Hoon, memeriksa lokasi pemasangan panggung di ujung utara Gwanghwamun Square dan lokasi toilet portabel. Pihaknya akan menyediakan lebih dari 2.500 toilet terbuka dan portabel di sekitar lokasi konser.

Oh mengatakan, "Kami memberi perhatian khusus pada keselamatan dan kenyamanan," dan menambahkan, "Kami akan mempersiapkan agar konser dapat dinikmati semua orang dengan kesadaran sipil yang matang."

Tiga puluh satu gedung di sekitar Gwanghwamun Square telah memutuskan untuk menutup atap mereka pada hari konser setelah permintaan dari polisi dan Pemerintah Metropolitan Seoul. Beberapa pintu masuk gedung juga akan ditutup.

Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah kecelakaan di mana penonton mungkin memanjat atap atau ambang jendela gedung untuk mendapat pemandangan yang lebih baik dari lokasi konser.

Penutupan Ruas Jalan

Ruas Sejong-daero dari ujung utara Gwanghwamun Square hingga Stasiun Balai Kota, yang merupakan lokasi tempat duduk penonton, akan ditutup sepenuhnya untuk lalu lintas kendaraan mulai pukul 21.00 pada Jumat (20/3/2026).

Pengaturan lalu lintas kendaraan akan berlanjut hingga pukul 06.00 keesokan harinya. Sajik-ro dan Yulgok-ro, yang melintasi timur-barat di belakang panggung, akan mengalami pembatasan lalu lintas kendaraan dari pukul 16.00 hingga 23.00 pada Sabtu, 21 Maret 2026, hari konser.

Terowongan Bawah Tanah Gwanghwamun dan Jongno serta Saemunan-ro, yang membentang timur-barat melalui lokasi konser, akan mengalami pembatasan lalu lintas kendaraan dari pukul 19.00 hingga 23.00. Pengunjung diminta selalu menaati saran para petugas di lapangan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan mereka selama event.