Cara Buat Bubur Candil Kenyal Tapi Tidak Alot, Rahasia Dapur yang Wajib Dicoba

Ingin tahu cara buat bubur candil kenyal tapi tidak alot yang lezat? Ikuti panduan lengkap ini untuk hasil sempurna dan nikmati hidangan tradisional ini.

Diterbitkan 27 Februari 2026, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bubur candil, hidangan manis yang kaya akan cita rasa tradisional Indonesia, selalu menjadi favorit di berbagai kesempatan. Tekstur bola-bola ketan yang kenyal berpadu dengan manisnya kuah gula merah dan gurihnya santan menciptakan pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Banyak orang mencari panduan mengenai cara buat bubur candil kenyal tapi tidak alot agar dapat menyajikan hidangan ini dengan kualitas terbaik di rumah.

Hidangan ini memiliki akar sejarah yang dalam dalam budaya Indonesia, khususnya di Jawa, di mana sering disajikan dalam acara istana dan perayaan budaya. Seiring waktu, bubur candil menjadi populer di masyarakat luas dan tersebar ke berbagai daerah di tanah air. Makanan berbasis ketan dan gula merah ini sering digunakan dalam upacara adat atau sebagai simbol harapan akan kehidupan yang manis dan penuh berkah.

Untuk menghasilkan bubur candil dengan tekstur yang tepat, yaitu kenyal namun tidak alot, diperlukan perhatian khusus pada pemilihan bahan dan proses pembuatannya. Artikel ini akan menguraikan secara detail bahan-bahan yang dibutuhkan, langkah-langkah pembuatan, berbagai variasi menarik, serta tips penting untuk mencapai tekstur bubur candil yang diinginkan dan disukai banyak orang.

Bahan-bahan Penting untuk Bubur Candil Kenyal

Pemilihan bahan yang tepat merupakan langkah awal yang krusial dalam membuat bubur candil dengan tekstur yang diinginkan. Bahan-bahan ini dibagi menjadi tiga komponen utama yang saling melengkapi, yaitu candil, kuah gula merah, dan kuah santan.

Berikut adalah daftar bahan-bahan yang perlu Anda siapkan untuk menciptakan bubur candil yang sempurna:

Bahan Candil

  • Tepung ketan: 200-250 gram. 
  • Tepung tapioka: 1-3 sendok makan atau 30-50 gram. 
  • Garam: ¼ hingga ½ sendok teh. 
  • Air hangat: 150-200 ml atau secukupnya. 
  • Air kapur sirih: 1 sendok makan (opsional). 

Bahan Kuah Gula Merah

  • Gula merah: 150-250 gram, sisir halus.
  • Air: 500 ml hingga 1 liter.
  • Daun pandan: 1-3 lembar, simpulkan.
  • Garam: Sejumput. 
  • Larutan pengental: 1-2 sendok makan tepung beras, tepung ketan, atau tepung tapioka dilarutkan dengan sedikit air. 

Bahan Kuah Santan

  • Santan kental: 50-300 ml.
  • Air: 100-350 ml. 
  • Daun pandan: 1-2 lembar.
  • Garam: ¼ hingga ½ sendok teh.

Cara Membuat Bubur Candil Kenyal

Proses pembuatan bubur candil melibatkan beberapa tahapan penting yang perlu diikuti dengan cermat dan teliti. Setiap langkah berkontribusi pada hasil akhir bubur candil yang kenyal, lezat, dan tidak alot.

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membuat bubur candil yang sempurna:

Membuat Adonan Candil

  • Campurkan tepung ketan, tepung tapioka, dan garam dalam sebuah wadah besar. Aduk semua bahan kering ini hingga benar-benar tercampur rata.
  • Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil terus diuleni. Uleni adonan hingga kalis, lentur, dan mudah dibentuk. Pastikan adonan tidak terlalu kalis agar hasil candil tidak alot.
  • Ambil sedikit adonan, lalu bentuk menjadi bola-bola kecil seukuran kelereng. Lakukan proses ini hingga semua adonan habis dan siap untuk direbus.

Merebus Candil

  • Didihkan air dalam panci besar. Pastikan air benar-benar mendidih sebelum Anda memasukkan bola-bola candil ke dalamnya.
  • Masukkan bola-bola candil secara perlahan ke dalam air mendidih. Masak hingga candil mengapung ke permukaan air, yang menandakan bahwa candil sudah mulai matang.
  • Setelah mengapung, rebus sebentar lebih lama sekitar 1-2 menit agar candil matang sempurna hingga ke bagian dalam dan aroma tepungnya berkurang. Angkat dan tiriskan candil yang sudah matang.

Membuat Kuah Gula Merah

  • Campurkan gula merah yang sudah disisir, air, daun pandan, dan sejumput garam dalam panci. Masak dengan api sedang sambil terus diaduk hingga gula larut sepenuhnya dan kuah mendidih.
  • Saring kuah gula merah untuk menghilangkan kotoran atau sisa-sisa gula yang tidak larut. Didihkan kembali kuah yang sudah disaring agar lebih higienis.
  • Masukkan candil yang sudah direbus ke dalam kuah gula merah yang mendidih. Masak sebentar saja agar rasa manis gula merah meresap sempurna ke dalam candil.
  • Tuangkan larutan pengental (campuran tepung beras/ketan/tapioka dengan sedikit air) sedikit demi sedikit sambil terus diaduk cepat. Aduk hingga kuah mengental sesuai kekentalan yang diinginkan.

Membuat Kuah Santan

  • Rebus santan kental bersama air, garam, dan daun pandan dalam panci terpisah. Gunakan api kecil dan jaga agar santan tidak terlalu panas.
  • Aduk santan secara terus-menerus dan perlahan agar santan tidak pecah dan tetap lembut. Angkat panci setelah santan mendidih ringan.

Penyajian

  • Sajikan bubur candil yang sudah matang dalam mangkuk saji. Tuang kuah santan yang gurih di atasnya. Bubur candil siap dinikmati selagi hangat.

Ragam Varian Bubur Candil yang Menggugah Selera

Bubur candil tidak hanya terbatas pada resep aslinya, melainkan memiliki berbagai variasi menarik yang memperkaya cita rasa dan tampilan. Inovasi ini membuat bubur candil tetap relevan dan menarik bagi berbagai selera, dari yang tradisional hingga modern.

Berikut adalah enam varian bubur candil yang bisa Anda coba untuk menambah pengalaman kuliner Anda:

Bubur Candil Ubi

  • Variasi ini menggunakan ubi jalar yang dihaluskan dan dicampurkan langsung ke dalam adonan candil. Ubi jalar memberikan warna alami yang cantik dan rasa manis tambahan pada bola-bola candil.
  • Anda bisa menggunakan ubi kuning atau ubi ungu untuk menghasilkan warna candil yang berbeda dan menarik secara visual.

Bubur Candil Ketan Hitam

  • Pada varian ini, sebagian atau seluruh tepung ketan putih diganti dengan tepung ketan hitam. Ini menghasilkan bola candil berwarna gelap dengan cita rasa yang lebih kaya dan sedikit berbeda.

Bubur Candil Gula Aren

  • Untuk kuahnya, gula merah diganti dengan gula aren. Gula aren memberikan aroma yang lebih kuat dan rasa karamel yang mendalam, menciptakan sensasi rasa yang unik.

Bubur Candil Warna-Warni

  • Candil dibuat dengan pewarna alami yang berasal dari bahan-bahan seperti pandan untuk warna hijau, ubi ungu untuk warna ungu, kunyit untuk warna kuning, dan buah naga untuk warna merah muda. Variasi ini sangat menambah daya tarik visual hidangan.

Bubur Candil Komplet

  • Bubur candil disajikan bersama bubur tradisional lainnya seperti bubur sumsum, bubur mutiara, atau bubur kacang hijau dalam satu sajian. Ini menciptakan hidangan penutup yang lebih beragam dalam satu mangkuk.

Bubur Candil dengan Biji Selasih atau Nangka

  • Penambahan biji selasih yang sudah direndam atau potongan nangka segar ke dalam bubur candil memberikan tekstur dan aroma yang berbeda. Biji selasih memberikan sensasi segar, sementara nangka menambah aroma buah yang eksotis.

Tips Jitu untuk Bubur Candil Kenyal dan Tidak Alot

Untuk mendapatkan bubur candil dengan tekstur yang sempurna, yaitu kenyal namun tidak alot, ada beberapa tips penting yang dapat Anda terapkan selama proses pembuatan. Tips ini akan membantu Anda mencapai tekstur bubur candil yang diinginkan dan disukai banyak orang.

Perhatikan tips-tips berikut agar bubur candil buatan Anda selalu berhasil:

Penggunaan Campuran Tepung yang Tepat

  • Kombinasi tepung ketan dan tepung tapioka adalah kunci untuk menghasilkan candil yang kenyal optimal. Tepung ketan memberikan dasar kekenyalan, sementara tapioka menambah elastisitas agar tidak mudah alot.
  • Rasio yang umum dan direkomendasikan adalah sekitar 100 gram tepung ketan dengan tambahan 1-3 sendok makan tepung tapioka untuk hasil terbaik.

Suhu Air saat Menguleni Adonan

  • Selalu gunakan air hangat saat menguleni adonan candil. Air hangat membantu tepung ketan menyatu dengan baik dan menghasilkan adonan yang lebih lentur serta mudah dibentuk.

Proses Menguleni yang Cukup

  • Uleni adonan hingga kalis dan mudah dipulung, namun hindari menguleni terlalu lama atau berlebihan. Adonan yang terlalu kalis atau diuleni berlebihan dapat menyebabkan candil menjadi alot setelah dimasak.
  • Adonan yang sedikit lembek namun masih bisa dibentuk akan menghasilkan candil yang lebih empuk dan kenyal saat disantap.

Pemasakan Candil yang Benar

  • Rebus bola-bola candil dalam air mendidih hingga mengapung ke permukaan. Setelah mengapung, biarkan candil direbus sebentar lagi, sekitar 1-2 menit, untuk memastikan matang sempurna dan teksturnya stabil.
  • Memasak candil hingga matang sempurna sangat penting untuk mencegah tekstur mentah atau keras di bagian dalamnya, yang bisa membuat candil terasa alot.

Kekentalan Kuah yang Ideal

  • Gunakan larutan tepung (tepung beras, ketan, atau tapioka) sebagai pengental kuah gula merah. Tambahkan larutan ini secara bertahap sambil terus diaduk agar kuah mengental secara merata.
  • Kekentalan kuah yang pas akan menyelimuti candil dengan baik, memberikan sensasi rasa yang lebih kaya di setiap suapan.

Penyimpanan yang Tepat

  • Bubur candil dapat disimpan di lemari es selama 1-2 hari tanpa mengurangi kualitasnya. Untuk menghangatkan kembali, tambahkan sedikit air atau santan, lalu panaskan dengan api kecil sambil diaduk perlahan.
  • Penyimpanan yang benar akan menjaga kualitas dan rasa bubur candil tetap nikmat saat disantap kembali.

Pertanyaan Umum Seputar Bubur Candil (FAQ)

 

Q: Apa perbedaan bubur candil dan bubur biji salak?

A: Bubur candil dan bubur biji salak sering dianggap sama karena bentuknya yang mirip, yaitu bola-bola kecil. Namun, bahan dasar utamanya berbeda. Bubur candil umumnya terbuat dari tepung ketan, sedangkan bubur biji salak biasanya terbuat dari ubi jalar yang dicampur tepung tapioka.

Q: Bisakah bubur candil disimpan dan dihangatkan kembali?

A: Ya, bubur candil dapat disimpan di lemari es selama 1-2 hari. Saat akan dihangatkan, tambahkan sedikit air atau santan, lalu panaskan dengan api kecil sambil diaduk perlahan untuk menjaga tekstur dan mencegah santan pecah.

Q: Bagaimana cara membuat candil tidak lengket?

A: Untuk mencegah candil lengket, pastikan adonan tidak terlalu lembek saat dibentuk. Setelah dibentuk, taburkan sedikit tepung kering pada bola-bola candil agar tidak saling menempel. Saat merebus, pastikan air mendidih dan tidak terlalu banyak candil yang direbus sekaligus.

Q: Bisakah bubur candil dibuat tanpa santan untuk versi yang lebih sehat?

A: Ya, kuah santan dapat diganti dengan susu rendah lemak atau susu nabati seperti susu almond untuk versi yang lebih sehat. Penggantian ini akan mengubah profil rasa, namun tetap memberikan kelembutan pada bubur.

Q: Apa fungsi air kapur sirih dalam adonan candil?

A: Air kapur sirih dapat ditambahkan ke dalam adonan candil untuk membantu menghasilkan tekstur yang lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Penggunaannya tidak wajib, namun dapat meningkatkan kualitas tekstur candil.