Liputan6.com, Jakarta - Satu lagi kasus jual beli satwa liar dilindungi diungkap. Korbannya kali ini adalah enam ekor kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis). Saat ditemukan tim dari Balai Gakkum Kehutanan Wilayan Sumatera dan Korwas PPNS Polda Sumut, kucing-kucing liar itu disimpan di dalam kardus dalam kondisi yang memprihatinkan.
Keenam ekor kucing kuwuk tersebut selanjutnya diidentifikasi oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara (Sumut). Mereka lalu dititipkan ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk dirawat dan direhabilitasi.
Sementara, pelaku jual beli kucing kuwuk berinisial SD (28) yang tinggal di kawasan Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumut, ditangkap saat hendak mengirimkan enam ekor kucing kuwuk itu melalui jasa pengiriman transportasi darat. Ia lalu digelandang ke Kantor Seksi Gakkum wilayah Medan untuk diproses lebih lanjut.
Advertisement
"Proses penindakan terhadap pelaku SD berlangsung kooperatif setelah petugas menunjukkan bukti-bukti kuat terkait aktivitas perdagangan ilegal yang dilakukan pelaku melalui Facebook," kata Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera Hari Novianto, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara, penyidik menetapkan SD sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana kehutanan bidang KSDAE, yaitu menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperdagangkan satwa liar dilindungi Undang-Undang.
Ancaman Pidana Pelaku Jual Beli Kucing Kuwuk Dilindungi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511532/original/010007800_1771911876-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_13.32.05__1_.jpeg)
Pelaku, kata Hari, dijerat dengan Pasal 40A ayat (1) Huruf d Jo. Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Jo. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Perubahan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
Dia terancam pidana maksimal 15 tahun dan pidana denda Rp 20 miliar. "Kami telah memerintahkan penyidik untuk mendalami peran pelaku dan pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam mata rantai sindikat perdagangan satwa liar dilindungi di wilayah Sumatera Utara," sambungnya.
Meski ukurannya mungil, kucing kuwuk ternyata berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di hutan. Mengutip laman ksdae.kehutanan.go.id, satwa liar ini berfungsi sebagai predator alami.
Advertisement
Fungsi Utama Kucing Kuwuk di Alam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511533/original/072641700_1771911876-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_13.32.06.jpeg)
Sebagai predator, kucing kuwuk berfungsi membantu mengontrol populasi hewan-hewan kecil seperti tikus, burung kecil, dan serangga. Keberadaannya turut menjaga stabilitas rantai makanan dan mencegah ledakan populasi yang dapat merusak ekosistem.
Kucing kuwuk juga juga berperan sebagai indikator kesehatan lingkungan. Keberadaan mereka menunjukkan bahwa suatu habitat masih memiliki sumber daya dan kualitas lingkungan yang baik untuk mendukung kehidupan satwa liar.
Predator hening itu merupakan salah satu spesies mamalia dari keluarga Felidae yang dilindungi oleh PP No. 7 tahun 1999 dan Permen LHK No. 20 tahun 2018. Tapi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui larangan tersebut sehingga kelestarian hidupnya terancam. Edukasi pun harus terus digencarkan agar semakin banyak yang sadar dan peduli pada keberadaan kucing kuwuk.
Jenis Kucing Peliharaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402184/original/003651900_1762239953-Ilustrasi_Kucing.jpg)
Jika Anda memang berniat memelihara kucing sebagai hewan peliharaan, masih banyak jenis kucing yang bisa dipilih di luar sana. Salah satunya jenis kucing persia yang dianggap sebagai salah satu kucing tercantik di dunia.
Kucing jenis itu memiliki wajah bulat dengan ekspresi manis dan moncong pendek. Bulunya lebat dan halus, tergerai seperti surai singa jantan. Pada 1800-an, seluruh Eropa dan Inggris menganggap mereka sebagai ras kucing tercantik. Hingga kini, kebanyakan kucing Persia dimanjakan dan tidak diharapkan untuk mengejar tikus atau hama lainnya.
Pilihan lainnya adalah angora Turki yang memiliki bulu halus dan ekor panjang yang mempesona. Kucing berbulu panjang ini berasal dari Persia dan Armenia. Dia lalu dibawa ke Eropa pada abad ke-16 dan kemudian ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-18. Di Turki, program pembiakan di Kebun Binatang Ankara sejak tahun 1900-an telah fokus pada mempertahankan ras bulu putih solid tanpa perkawinan silang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/393222/original/019783400_1521185025-20140414_160634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511531/original/043973900_1771911875-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_13.32.05.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4738398/original/020078100_1707408683-photo__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511787/original/071050800_1771918016-Resep_Tahu_Sutra.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510843/original/056004200_1771840658-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511757/original/004484300_1771917156-bubur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511957/original/024038900_1771921564-029562400_1459142452-gpkoner.blgspt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511418/original/091460800_1771908931-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_10.25.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2245764/original/016454800_1528682890-resep-sajian-lebaran-kacang-bawang-gurih-renyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511593/original/049957300_1771913773-kuker_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511514/original/054638900_1771911407-Gemini_Generated_Image_rs1qzars1qzars1q_2.jpg)