Melania Trump Pakai Legging Ketat Saat Sumbangkan Gaun Bermotif Zigzag Bersejarah ke Museum

Melania Trump menyumbangkan gaun yang dikenakannya di pelantikan kedua Donald Trump sebagai Presiden AS. Gaun itu menandai tonggak sejarah baru.

Diterbitkan 23 Februari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Melania Trump melanjutkan tradisi yang bertahan selama lebih dari satu abad untuk para istri presiden Amerika Serikat. Ia menyumbangkan gaun yang dikenakannya di pelantikan kedua Donald Trump sebagai presiden. Gaun itu menambah daftar koleksi First Ladies di Museum Nasional Smithsonian tentang Sejarah Amerika sekaligus menjadi salah satu pameran terpopuler di museum tersebut.

Dalam kesempatan yang berlangsung pada Jumat, 20 Februari 2026 itu, ibu negara mengenakan mantel Bottega Veneta, legging kulit, dan sepatu hak tinggi kulit ular Christian Louboutin. Ia menguraikan makna gaun hitam bercorak zigzag hitam dari sutra gazar yang dikenakannya lebih dari setahun lalu.

"Bentuk Z hitam yang dibentuk dengan teliti di bagian depan gaun membangkitkan kenangan masa kecil, pengalaman, hidup, dan pengaruh saya selama beberapa dekade," kata Melania soal busana yang ditata perancang busana Herve Pierre sekaligus penata gaya setianya itu.

"Semua kisah ini tersimpan jauh dalam jahitan yang rapi dan kuat - selamanya," sambungnya, dikutip dari CNN, Minggu, 22 Februari 2026.

Direktur museum tersebut, Anthea Hartig, memuji momen bersejarah ini, yang menurutnya akan 'membantu membuka jalan baru karena Nyonya Trump menjadi satu-satunya ibu negara modern yang menjabat dua periode tidak berturut-turut', sentimen yang juga diutarakan oleh sekretaris museum, Dr. Lonnie G. Bunch III.

"Ini benar-benar tonggak sejarah tersendiri — Ibu Negara pertama yang diwakili oleh dua gaun pelantikan dalam lebih dari 100 tahun sejarah museum ini." Museum itu sebelumnya berseteru dengan Donald Trump yang berujung dengan penghapusan teks yang menyebutkan dua pemakzulan presiden dari Galeri Potret Nasional.

 

 

Melania Trump Dinilai Lebih Peduli Fesyen Dibandingkan Istri Presiden AS Lainnya

 

CNN menilai tidak ada ibu negara yang begitu peduli pada fesyen seperti Melania Trump. Dibandingkan para ibu negara AS lainnya yang menghindari terlalu banyak obrolan tentang mode karena dianggap sebagai sesuatu yang begitu artifisial, Trump memandangnya sebagai salah satu alatnya yang paling berharga.

"Secara pribadi, saya menikmati seluruh proses desain, dari awal hingga akhir," katanya. "Memang butuh waktu, prosesnya lambat, tetapi hasil akhirnya selalu ajaib. Jika Anda berkesempatan menonton film baru saya, ‘Melania,’ Anda pasti tahu apa yang dibutuhkan untuk mewujudkan keajaiban teknis ini."

Fesyen menjadi sorotan utama dalam film biografi Melania. Di film itu disorot soal proses fitting yang ekstensif yang dilakukan Trump untuk memastikan potongan yang tepat dari mantel Adam Lippes dan topi bertepi lebarnya, serta garis-garis bersih dari gaun putih dan hitam itu. Dia adalah seorang otoriter mode, bersikeras untuk menambahkan satu inci di sini dan mengurangi di sana, selempang yang sedikit berbeda di leher.

 

Pilihan Busana Kontroversial Melania Trump

Pierre berpendapat bahwa dia begitu teliti karena dia pernah menjadi model, tetapi ada sesuatu di luar pengetahuan mode yang diperoleh melalui proses mengenakan dan melepas pakaian tanpa henti. Itu adalah kesombongan yang luar biasa yang menguasainya dan, anehnya, memungkinkannya untuk menilai penampilannya sendiri lebih keras daripada penjahit atau model kaya yang memakai tas Birkin.

Ciri khas dari dua masa jabatan Trump sebagai ibu negara adalah pengaburannya. Mengapa dia mengenakan topinya begitu rendah? Mengapa terkadang dia berpakaian seperti mengenakan kostum? Apa maksudnya ketika dia mengenakan jaket Zara yang terkenal itu ke perbatasan selatan?

Ironisnya, Melania menggambarkan desain gaun pelantikannya sebagai sesuatu yang mencerahkan, hampir idealis dan sederhana. "Kontras yang indah antara hitam dan putih menciptakan suasana yang kaya akan emosi. Imajinasi Amerika muncul dalam berbagai bentuk kreatif, di semua jenis kanvas—dan sering kali menyajikan perspektif yang jelas. Gaun ini berbicara dengan sudut pandang yang berbeda—siluet modern, berani dan bermartabat, dan sangat elegan."

Gaun Pelantikan Jadi Memento Sejarah AS

Sementara, tradisi menyerahkan gaun pelantikan ke museum dimulai pertama kali oleh Helen Taft pada 1912. Sejauh ini, Smithsonian telah mengumpulkan lebih dari dua lusin gaun, di antara barang-barang lainnya, dari lemari pakaian para ibu negara. Bunch menyebut pameran para ibu negara sebagai "sebuah garis waktu sejarah Amerika sekaligus pandangan tentang mode."

Ada gaun pelantikan putih Michelle Obama pada 2009 yang seperti dewi, dihiasi bunga-bunga, yang menjadikan desainer Amerika yang sebelumnya tidak dikenal, Jason Wu, sebagai bintang mode. Ada pula gaun beludru dan satin biru yang dikenakan Barbara Bush untuk pelantikan suaminya pada 1989, saat perancang Arnold Scassi adalah perancang busana andalan kalangan atas yang menghargai penampilan yang sedikit berlebihan.

Setiap penampilan ini mengungkapkan prioritas dan cita-cita pemerintahan mereka, dalam warna, suasana, dan siluetnya. Waktu terus berjalan dan lengan baju mulai terlihat ketinggalan zaman dan kemudian, beberapa tahun kemudian, mungkin terlihat indah lagi. Seperti rekam jejak seorang presiden, makna sebuah gaun menjadi lebih bernuansa dan dipertimbangkan kembali selama bertahun-tahun.Â