Koin Meme TRUMP dan MELANIA Anjlok, Investor Ritel Rugi Rp 72 Triliun

Koin meme TRUMP dan MELANIA anjlok tajam, investor ritel tercatat rugi hingga USD 4,3 miliar.

Diterbitkan 24 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Koin meme bertajuk TRUMP dan MELANIA yang dikaitkan dengan Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump dilaporkan telah menyebabkan kerugian besar bagi investor ritel.

Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (23/2/2026), lebih dari satu tahun setelah peluncurannya, dua token kripto tersebut disebut telah menghapus nilai kekayaan investor ritel hingga USD 4,3 miliar atau kurang lebih Rp 72,29 triliun (estimasi kurs Rp 16.813 per dolar AS). Data dari CryptoRank menunjukkan sekitar 2 juta investor individu kini masih menahan posisi merugi (underwater).

Sebaliknya, sebanyak 45 dompet kripto yang masuk pada fase awal justru meraup keuntungan gabungan hingga USD 1,2 miliar. Artinya, untuk setiap USD 1 yang diperoleh kelompok insider, investor ritel kehilangan sekitar USD 20.

Fenomena ini memicu perhatian luas dari pelaku industri kripto, terutama karena kesenjangan keuntungan antara investor awal dan pembeli ritel dinilai sangat ekstrem.

Menurut CryptoRank, token TRUMP telah merosot 92 persen ke level USD 3,55 dari rekor tertingginya di USD 75. Sementara token MELANIA bahkan jatuh 99 persen menjadi hanya USD 0,11 dari posisi puncaknya di USD 13,05.

Meski pasar kripto global juga mengalami tekanan dan kehilangan nilai lebih dari USD 1 triliun dalam periode yang sama, penurunan tajam token ini disebut bukan semata karena kondisi pasar.

 

Sesain Struktural

Peneliti menilai desain struktural token berperan besar dalam anjloknya harga. Analisis on-chain menunjukkan adanya aktivitas dari akun anonim yang diduga terkait pengembang awal, yang secara sistematis menarik likuiditas dari pool terdesentralisasi.

Pada Desember 2025, analis blockchain EmberCN melaporkan alamat utama peluncuran token TRUMP memindahkan USDC senilai USD 94 juta ke bursa kripto Coinbase.

Pengembang token disebut menggunakan strategi single-sided liquidity provision di platform terdesentralisasi Meteora. Dalam skema ini, insider hanya menyetor token TRUMP dan MELANIA tanpa memasangkan dengan aset dolar setara.

Strategi tersebut membuat sistem automated market maker secara otomatis menjual token ke pembeli ritel yang masuk. Aset yang terjual kemudian dikonversi diam-diam menjadi USDC.

 

Harga Masih Tertekan

Tak hanya itu, potensi tekanan harga dinilai masih membayangi investor ritel. Data CryptoRank menunjukkan pengembang mengunci token insider senilai USD 2,7 miliar dalam smart contract hingga 2028.

Menariknya, periode tersebut bertepatan dengan akhir masa jabatan Donald Trump sebagai presiden. Hal ini dinilai sebagai strategi keluar (exit strategy) yang terstruktur.

Artinya, ketika token tersebut dilepas ke pasar terbuka, investor ritel yang masih merugi berpotensi menjadi likuiditas akhir bagi pencairan keuntungan kelompok insider.